This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 30 April 2015

biogerafi ibnu Duraid




KATA PENGANTAR


Penyusunan Makalah Biografi ini ditujukan sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas akhir semester bagi mahasiswa/mahasiswi Fakultas Adab dan Humaniora UIN jakarta.
Puji serta syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Karunia dan Rahmat-Nya, sehingga kami mampu menyelesaikan makalah ini dengan tepat pada waktunya. Makalah ini berhasil tersusun berkat dukungan dan bantuan dari pihak-pihak lain yang senantiasa membantu kami. Tak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada dosen bidang studi yang telah memberikan arahan kepada kami sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Kami ucapkan pula terima kasih sebanyak-banyaknya kepada teman-teman yang sudah ikut berpartisipasi meluangkan waktunya untuk sekedar membantu kami. Dan ucapan terima kasih kami untuk semua yang tak bisa kami sebutkan satu per satu.
Penyusun menyadari bahwa masih terdapat kekurangan maupun mungkin kesalahan dalam penyusunan makalah ini sehingga penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang dari seluruh pembaca.
Akhir kata, penyusun berharap dengan adanya makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan para mahasiswa/mahasiswi Fakultas Adab dan Humaniora umumnya. Penyusun mengucapkan terima kasih dan mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam penyusunan laporan ini.







Ciputat, 21 Juni 2014


Penyusun







PEMBAHASAN

A. Biogerafi Ibnu Duraid

Dia adalah Muhammad bin Hasan bin Duraid al-Azdi (kota Azdi Oman bawahan daerah Qathan Abu Bakar ) dia seorang ulama bahasa dan sastra diantara ulama berkata tentangnya "Ibnu Duraid adalah seorang ulama dari kalangan dari ulama ahli syair dan Ibnu Duraid mempunyai sebuah Kitab terkenal yaitu al-Maqsur al-Duraidiyyah ia lahir dikota Bashrah kemudian pindah ke-Oman dan bemukim disana selama 12 tahun kemudian ia kembali lagi ke-Bashrah dan mengembara lagi kedaerah yang berbeda di-Persia﹑ keluarga Mikal pernah mengukuhkan diwan Persia karya Ibnu Duraid dan mereka memuji qasidahnya. Ibnu Duraid kembali ke-Baghdad dan bertemu dengan Raja Muqtadin al-Abbasiyyah, dia digaji setiap bulan oleh raja sebesar 50 dinar, dan Ia bermukim disana sampai wafat:hal 276

Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad bin Hasan bin Duraid bin Ataihya bin Hantim bin Hasan bin Hamad bin Jaru bin Wasi' bin Wahab bin Salamah bin Hadir bin Asad bin Adz bin Umar bin Malik bin Fahmi bin Qanmu bin Dus bin Adnan bin Abdullah bin Zahran al-Azdi al-Amani. Kata Duraid berasal dari kata udridu ditashgirkan jadi Duraid ini dinamakan dengan tashgir Tarkhim, dia adalah Imam Bashrah dalam bahasa, sastra dan syair.

B. Karya-karya Ibnu Duraid

- al-Jamharah.
Kamus bahasa ini ditulis Inbu Duraid (321 H/933). Kamus ini disusun menurut metode penulisan Imam Khalil dalam kitabnya Al-'Ain. Akan tetapi, kamus jamharah ini berbeda dengan kitab al-'Ain dalam sisi susunannya. Abu Bakar menyusunnya menurut kamus (hijaiyyah), serta memuat khusus satu bab persoalan-persoalan bahasa yang langkap

- al-Isytiqaq (ilmu tentang nasab)
- al-Siraj wa al-Lijaam
- al-Khail al-Kubra
- al- Khail al-shugra
- al-Mujtani
- al- amaly
- al- Malahin
- al- Muqtibas
- al- Maqshur wa al- Mamdud (ilmu sharaf)
- al- Wisyah
- al- Anwa
- al- Silaah
- wafu al-Mathor wa al-Sihaab
- al-Lugah
- Gharib al-Qur'an
- Fa'alat wa Af'alat
- Adab al-Katib
- al-Anbaar
- al- Muqtani

Ibnu Duraid dikenal sebagai pakar bahasa dan sastra arab, ia gemar mengembara dari satu tempat ketempat lain untuk menuntut ilmu bahasa dan memperkuat tesisnya, ia pernah berkrlana kedaerah-daerah pinggiran Persia. Pengembarannya di Negeri Iran tercatat dalam diwan faris karya Alu Mika. Namun pada akhirnya ia lebih memilih ke-Baghdad pada masa dinasti Abbasiyah yang dipimpin oleh al-Muqtadir. Ibnu Duraid termasuk ilmuwan yang dibiyayai oleh negara, setiap bulan ia mendapatkan gaji sebesar 50 dinar atas jasa-jasa dibidang penegembangan ilmu bahasa, seluruh hidupnya, ia pergunakan untuk menghasilkan karya-karya ilmiah yang berperan besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan tatabahasa yang saat itu tumbuh besar di-Bashra Irak. Ibnu Duraid meninggal di-Baghdad dalam usia 95 tahun...Ibnu Duraid dikenal sebagi sosok ulama yang ulet, cerdas dan kuat hafalanya. Ia berhasil mencetak murid-murid yang spesialis dibidang bahasa dan sastra. Diantara murid yang terkenal ialah : Abu Hatim al-Sijistani (w. 862 M), al-'Utba (w.896),al-sirafi (897-979 M), abu faraj al-Isfahani (893). Ibnu Khalawih (w. 980) dan al-Zajjaj (855-923)....selain kamusnya, al-Jamharah atau Jamharah al-Lughah sebanyak tiga jilid, kamus ini merupakan kamus pertama yang menggunakan sistem al-febetis. ia berani tampil beda dengan mengesampingkan model-model kamus fonetik yang kala itu berkiblat pada kamus al-'ain karya Imam Khalil, Namun, materi-materi kata dalam kamusnya Ibnu Duraid banyak mengambil dari kamus al-'Ain. Bahkan, dalam hal penjelasan makna (syarah), gaya bahasa (uslub ) dan argumentasi, antara kamus al-Jamharah dan al-'Ain dapat dikatakan hampir sama. Hal ini yang kemudian menuai keritik dari beberapa pihak yang menuduh Ibnu Duraid bukan sebagai leksikologi, sebab ia dianggap hanya bisa mengganti kamus al-'Ain dengan sampul (baca, sistematika) yang berbeda, sementara kandungannya teteap bermuara dari kamus al-'Ain, salah satu keritikus bernama Nafthawih (858-935) menyatakan dalam syairnya :





Ibnu Duaraid melebarkannya (al-'Ain)
 dalam karyanya, ia gagal dan jahat.
Ia mengaku, dengan kebodohanya
 bahwa ia telah menulis kitabnya, al-Jamharah.
padahal, itu adalah kitab al-'Ain
 hanya saja ia telah merubahnya.

Keritik pedas yang dilontarkan Nafthawaih itu telah dijawab oleh Ibnu Duraid memalalui syairnya:

Andaikata Nahwu diturunkan kepada Nafthawih
 pastilah wahyu itu merupakan murka baginya.

Kamus al-Jamharah ini dapat dikatakan kurang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan leksikologi bahasa Arab, hal itu bisa dimaklumi karena Ibnu Duraid masih berada dibawah bayang-bayang Imam Khalil dalam hal penyusunan kamus, Apalag, sistematika urutan alfbetis Hijaiyah yang di usung Ibnu Duraid hanya mengekor pada hasol kreasi Nashr bin Ashim yang sebelumnya telah menysusun huruf hijaiyah secara beruntun dari huruf alif hingga ya'. Namun demikian, ada saja para pakar bahasa yang serius melakukan penelitian dengan mengambil kamus al-Jamharah sebagai obyek riset.

al-Jamharah

kamus ini disusun oleh Abu Bakar Muhammad bin al-Hasan bin Duraid dari Basrah, dalam sejarah kamus tiga jilid ini dikenal sebagai kamus-kamus kedua pasca al-'Ain karya Khalil, seorang Orientalis bernama Corneco (1872-1953) menambahkan kamus al-Jamharah dengan sebuah buku yang memuat sebuah daftar isi dari materi al-Jamharah hingga semua menjadi empat jilid.
Tampaknya, kamus al-Jamharah karya Ibnu Duraid ini juga mendapatkan respon dari pada pakar leksikon bahasa Arab, Abu Amr al-Zahid (w. 345 H) menyusun sebuah kamus yang memuat kosakata yang tidak dihimpun didalam al-Jamharah, yang Ia beri judul bait al-Jamharah (kekurangan dalam al-Jamharah ) al-Sahih bin 'Ubbad (938-990 H) menyusun kamus Jawuharah al-Jamharah yang isinya meringkas isi materi kamus al-Jamharah, hal ini yang sama dilakukan Syarifuddin Mahmud Nashrullah al-Anshari al-Sya'ir (1154-1234) melalui kamusnya Mukhtashar al-Jamharah (Ringkasan Jamharah) bahkan beberapa sastra merasa perlu menyusun karya sastra yang berisi bait-bait Syair yang termuat dalam kamus al-Jamharah, misalnya kitab syarah Syawahid al-Jamharah (Penjelasan dalil-dalil syair al-jamharah ) karya Abu al-'Alla al-Ma'ry. Hal 243-244





C. Nasihat Ibnu Duraid

Satu orang, Namun satu Orang bagaikan seribu orang jika ia sungguh-sungguh.
bencana akal adalah hawa nafsu dan barang siapa mampu menundukan hawa nafsu dibawah akal sehatnya, maka ia akan selamat
bersandarlah pada sabar yang benar karena sabar merupaka pertahanan terkuat bagai orang-orang yang berakal
sekali-kali jangan takjub pada orang gagal bagaimana ia hancur
Tapi takjublah kepada orang-orang yang menang bagaimana ia sukses
seorang akan menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya, maka jadilah pelajaran yang baik bagi orang-orang yang sabar.

Jangan pernah berharap selamat dari ocehan.

وَما أَحَدٌ مِن أَلسُنِ الناسِ سَالِمًا ..... وَلَو أَنَّهُ ذاكَ النَبِيُّ المُطَهَّرُ

Tidak seorangpun yang selamat dari ocehan manusia

Bahkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang tersucikan pun tak selamat

فَإِن كانَ مِقدَاماً يَقولونَ أَهوَجُ .... وَإِن كانَ مِفْضَالاً يَقولونَ مُبذِرُ

Jika ia seorang yang selalu maju paling depan…maka mereka berkata, "Dasar tukang nekat tanpa perhitungan"

Jika ia seorang yang sering bersedekah, maka mereka berkata, "Dasar tukang mubadzzir"

وَإِن كانَ سِكّيتاً يَقولونَ أَبكَم …. وَإِن كانَ مِنطيقاً يَقولونَ مِهْذَرُ

Kalau ia seorang yang pendiam maka mereka berkata : "Si Bisu"

Jika ia seorang yang sering berbicara maka mereka berkata, "Tukang ngigau"

وَإِن كانَ صَوّاماً وَبِاللَيلِ قائِماً ….. يَقولونَ زَرّافٌ يُرائِي وَيَمكُرُ

Jika ia seorang yang suka berpuasa di siang hari, dan di malam hari suka sholat malam, maka mereka berkata "Si penipu, hanya riyaa'/pamer dan hanya membuat makar"

فَلا تَحتَفِل بِالناَّسِ في الذَمِّ وَالثَنَا ..... وَلا تَخشَ غَيرَ اللَهِ فَاللَهُ أَكبَرُ

Maka janganlah engkau perdulikan celaan dan pujian manusia…
Dan janganlah engkau takut kecuali kepada Allah, dialah Allah Yang Maha Besar

D. Syair Imam Ibnu Duraid Atas kepergian Imam Ibnu Jarir Ath-thabari

Tak kan kuasa engkau meralat keputusan Allah,
Karenanya topanglah dengan kesabaran dan rasakan kepiluannya
Ber gegaslah menuju sayap kepasrahan dan relalah dengan putusan Sang Pemelihara, baik yang dibenci ataupun disuka
Bila kesabaran terus menerus didera digerus bala bencana, karakter diri pun akan tunduk dan takluk menjadi tak berdaya
Namun diiringi tekad kuat, ia akan mengokohkannya, hingga kesedihan pilu padanya tergolek kalah menderita
Campakkan kepiluan dengan ketabahan, karena ia dapat meredam bara yang berkobar menyala di relung dada
Siapapun berkawan masa pasti dibelit gemuruh bencana, sepanjang hidup ia akan terus saja dibayang bala bencana
sejatinya bala bencana bukanlah hilangnya harta meruah, yang tercecer dicerai beraikan tangan-tangan bencana
bukan pula bercerainya kawan karib yang kehilangan jalinan yang terputus meninggalkan jalinan kedekatannya
namun hilangnya orang yang dengan kewafatannya tercabutlah cahaya petunjuk dan kemegahan ilmu

Abu ja’far beserta ilmunya telah berpulang beriringan, betapa agung pengiring ini karena ia juga turut diiring
sungguh kepergiannya tak hanya merobohkan raga lelaki ini, namun turut merobohkan pula tonggak agama yang terpancang
kematian yang merenggut nyawanya menghadiahkan bumi, bintang yang terpancar menyerang yang memusuhi kebenaran
liku-liku zaman begitu jernih saat keberadaannya, namun sekarang telah tercampur-baur menjadi keruh
sungguh, hari-harinya yang penuh kemilau menjadikan ilmu menjadi terang bercahaya dan taqwa menjadi panutan
selamanya tak pernah zaman ini memunculkan sepertinya, kala haji tak ada regu di perbatasan yang menyamainya
yang lebih tepat janji dan lebih berani memantik lawan kedzaliman, dan lebih tegas putusannya dan lebih mendidik dari sosoknya
juga lebih kuat kesantunannya kala kondisi carut-marut, yang ,meninggalkan orang yang cerdas cekatan menjadi lemah
bila ia memunculkan pendapatnya dalam menjelaskan permasalahan, ia kembalikan garis-garis jalannya yang telah redup menjadi terang
kala menegur atau kala emosi kesantunannya tak jua hilang, ia pun tidak menumpahkan maki pada orang yang terperosok salah
ia tak memasukkan dalam pendengarannya segala sia-sia dan hina, ia tak gelisah dan jengkel mengumpat bencana yang menimpa
bila bertutur kata, ucapannya mengendalikan tali kejujuran, atau ia akan memilih diam yang menorehkan kewibawaan pada jiwa

hatinya mempunyai dua mata taqwa yang membuatnya membubung, iapun membangkitkan nalar penuh sulutan semangat juga kekhawatiran
pesan nasehatnya membuat daki hati menjadi mengkilap,layaknya kilau cahaya pagi membuat gelap menjadi bercahaya
penampilan luar dan batinnya sama saja rupanya, meski terjepit tak pernah kau lihat ia luput dari menjamu tamu
yang memujinya pasti tak luput dari ketidakmampuan dan kelalaian, namun ia pun tak takut didustakan kala dirinya dibeberkan panjang lebar
bongkahan bumi Allah ingin bila ia dijadikan sebagai pusara kuburnya, hingga raganya dapat memberinya aroma penuh wangi
hidupmu bagi dunia dan penduduknya merupakan sinar cahaya itu telah redup dan terhalang

kiranya bumi tahu siapa yang dikubur di perutnya, pastilah seluruh penjurunya tunduk penuh penghormatan dan sambutan
engkau yang meluruskan dari kesesatan dan penyimapangan, Allah anugerahkan padamu nasehat dan pengajaran dengan sempurna
Terhimpun dalam dirimu semua budi pekerti nan suci, yang bersih lagi murni dari berbuat tindak kebodohan
bila suratan takdir telah menentukan untuk merenggutmu, tak mungkin dapat dibelokkan meski yang dituju begitu susah
kematian memiliki mata air yang pahit lagi mengerikan, meski tiada yang suka, namun ia harus minum
bila para ulama meratap kepergianmu, itu karena pilar ilmu roboh, dan jadilah ilmu diratap penuh bela sungkawa
di antara fenomena zaman yang begitu mencengangkan, dan memang zaman selalu menampakkan hal-hal yang menajubkan
gundukan lembah menimbunmu dikaki bukit, dan engkau memenuhinya dengan tanah yang mendatar dan keras.









DAFTAR PUSTAKA


Taufiqurrachman, H R, Leksikologi Bahasa Arab,UIN Malang Press, Malang
Saiful Mu'minin, Imam. kamus Nahwu & Sharaf, Amzah, Jakarta
Khudar ’Akawi, Rihab ‘Abaqira al-Islam Juz tiga, Dar al-Fikr al-‘Arabi. Beirut
http://iinkamheelaputri.blogspot.com/2011/09/ketinggian-akal-oleh-ibnu-duraid-al.html
http://firanda.com/index.php/artikel/status-facebook/307-jangan-pernah-berharap-selamat-dari-ocehan
http://malaikatjibril86.blogspot.com/2011/11/syair-imam-ibnu-duraid-atas-kepergian.html

filasafat ibnu Bajjah


KATA PENGANTAR
Mengawali kata pengantar penulisan makalah ini,tidak ada kalimat yang paling tepat untuk menuneikan puji syukur kepada Dzat yang maha terpuji yaitu Allah SWT, Shalawat serta Salam, kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW serta segenap keluarga dan sahabat-sahabatnya bahkan umatnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan kali ini pemakalah akan membahas tentang “Filsafat Ibnu Bajjah” dengan menjelaskan konsep-konsepnya.
Kiranya penulisan makalah ini tidak dapat dikatakan sempurna, karena ini hanya satu upaya dan usaha kecil untuk menambah pengetahuan kita tentang pembahasan ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Demikian makalah ini kami tulis, atas saran dan keritiknya kami harapkan untuk penyempurnaan dihari esok.








Ciputat, 10 Mei 2014
Penyusun





PEMBAHASAN

1. Biografi Ibnu Bajjah
Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad ibn Yahya ibn Sha’igh al-Tujibi al-Andalusi al-Samqusti ibn Bajjah dilahirkan di Saragossa, Andalus pada tahun 475 H (1082 M), berasal dari keluarga al-Tujib karena itu ia dikenal al-Tujibi yang bekerja sebagai pedagang emas (Bajjah=emas). Tapi, di Barat dikenal dengan nama Avempace. Meskipun tidak diketahui dengan jelas masa kecil dan masa remajanya, para ahli dapat menegaskan bahwa ia telah berhasil mematangkankan dirinya dengan pengatahuan yang luas dikota kelahiranya. Banyak buku yang dimasukan ke-Andalusia dari Dunia Islam Belahan Timur, terutama abad ke IV H, Memungkinkan dirinya dapat mengikuti hasil-hasil perkembangan pesat ilmu pengetahuan dan filsafat, yang sejak berlangsung sejak parohan kedua abad II H. Ibnu Bajjah, seperti halnya Ibnu Sina, tidak semata-mata menekuni ilmu dan filsafat, tapi juga terlibat dengan kehidupan politik, sejak ia diangkat sebagai wazir di-Saragossa oleh penguasa kota itu, Abu Bakar al-Sahrawi, yang berada dalam lingkungan Daulat Murobitun. Setelah kota itu direbut oleh Raja Alfonso dari Aragon pada Tahun 512 H/1118, Ibnu Bajjah pindah kekota Seville dan dikota itu ia bekerja sebagai dokter. Tidak beberapa lama setelah itu ia pindah ke Granada. Selanjutnya ia menyebrang lagi ke Maroko, tapi mungkin ia dianggap zindiq (kafir) atau pelaku bid’ah oleh kalangan ulama, ia mengalami penahanan (penjara) di Syatibah, dan setelah dibebaskan ia dapat berhubungan dengan penguasa tertinggi Daulah Murabitun, yang berkedudukan di Fez, dan dipercaya menjadi wazirnya di ibu kota itu. Setelah memegang jabatanya tersebut selama 20 tahun, ia wafat dan dimakamkan di Fez dalam suasana kekacauan yang sedang melanda Daulat Murabitun.
Menurut beberapa literatur Ibnu Bajjah bukan hanya seorang filosof, tetapi juga seorang saintis yang menguasai bebarapa disiplin ilmu pengatuhan, seperti kedokteran, astronomi, fisika,musikus, dan matematika. Fakta ini dafat diterima karena dimasa itu belum terjadi pemisahan dalam suatu buku antara sains dan filsafat sehingga yang mempelajari salah satunya terpalsa bersentuhan dengan yang lain
2. Karyanya
• Beberapa risalah dalam ilmu logika- tersimpan diperpustakaan Escurial, Sepanyol.
• Risalah tentang jiwa.
• Risalah al-Ittisal, pertemuan manusia dengan akal fa’al.
• Risalah al-Wada’- uraian tentang penggerak pertama bagi manusia dan tujuan sebenarnya bagi wujud manusia dan alam.
• Beberapa risalah tentang ilmu falak dan kedokteran.
• Risalah Tadbir al-Mutawahhid.
• Beberapa ulasan terhadap buku-buku filsafat, antara lain dari Aristoteles, Al-Farabi, Porphyius dan lain sebagainya.
3. Filsafatnya
a. Epistemologi
Sebagai tokoh pemula Filsafat Islam di Dunia Islam Barat, Ibn Bajjah tidak lepas dari pengaruh saudara-saudaranya, filsuf dari Islam Timur. Terutama pemikiran al-Farabi dan Ibn Sina. Dalam bukunya yang terkenal Tadbir al- mutawahhid, Ibn Bajjah mengemukakan teori al-Ittishal, yaitu bahwa manusia mampu berhubungan dan meleburkan diri dengan Akal Fa’al atas bantuan ilmu dan pertumbuhan kekuatan insaniah.
Berkaitan dengan teori al-Ittishal tersebut, Ibn Bajjah juga mengajukan satu bentuk epistimologi yang berbeda dengan corak yang dikemukakan al-Ghozali di Dunia Islam timur. di Dunia Islam Timur.kalau al-Ghozali berpendapat bahwa ilham adalah sumber pengetahuan yang lebih penting dan lebih dipercaya, maka Ibn Bajjah mengkritik pendapat itu, dan menetapkan bahwa sesungguhnya perseorangan mampu sampai pada puncak pengetahuan dan melebur kedalam Akal Fa’al, bila ia telah bersih dari kerendahan dan keburukan masyarakat. Kemampuan menyendiri dan mempergunakan akalnya akan dapat memperoleh pengetahuan dan kecerdasaan yang lebih besar. Pemikiran insani dapat mengalahkan pemikiran hewani, sekaligus pikiran inilah yang membedakan manusia dengan hewan. Perbedaan yang mendasar antara manusia antara manusia dan hewan terletak pada akal yang dimiliki oleh manusia. Dengan sifat akali ini manusia dapat menjadikan dirinya melebihi hewan, sebab dari akal manusia dapan memperoleh pengetahuan.

b. Metafisika
Menurut Ibnu bajjah, segalah yang ada (al-maujudat) terbagi dua: yang bergerak dan yang tidak bergerak. Yang bergerak adalah jisim (materi) yang sifatnya finite (terbatas). Gerak terjadi dari perbuatan yang menggerakkan terhadap yang digerakkan. Gerakan ini digerakkan pula oleh gerakan yang lain, yang akhir rentetan gerakan ini digerakkan oleh penggerak yang tidak bergerak; dalam arti penggerak yang tidak berubah yang berbeda dengan jisim (materi). Penggerak ini bersifat azali. Gerak jisim mustahil timbul dari subtansinya sendiri sebab ia terbatas. Oleh karena itu, gerakan ini mesti berasal dari gerakan yang infinite (tidak terbatas) yang oleh Ibnu Bajjah disebut dengan ‘aql.
Kesimpulanya, gerakan alam ini –jism yang terbatas- digerakkan oleh ‘aql (bukan berasal dari subtansi alam sendiri). Sedangkan yang tidak bergerak adalah ‘aql, ia menggerakkan alam dan ia sendiri tidak bergerak. ‘aql inilah yang disebut dengan Allah (‘aql, aqil, dan ma’qul) sebagaimana yang dikemukakan oleh al-Farabi dan Ibnu Sina sebelumnya.
Tiga cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, yaitu : (1) membuat lidah kita selalu mengingat Tuhan dan memuliakannya , (2) membuat organ-organ tubuh kita bertindak sesuai dengan wawasan hati dan (3) menghidari segala yang membuat kita lalai mengingat Tuhan atau membuat hati kita berpaling dari-Nya. Ini semua mesti dilaksanakan terus-menerus sepanjang hidup

c. Materi dan Bentuk
Menurut pandangan Ibnu Bajjah Materi tidak mungkin bereksistensi tanpa bentuk. Sementara itu, bentuk bentuk bisa bereksistensi dengan sendirinya tanpa materi. Jika tidak, secara pasti tidak mungkin dapat menggambarkan adanya modifikasi (perubahan) pada benda. Perubahan tersebut adalah suatu kemungkinan dan inilah yang dimaksud dengan pengertian bentuk materi.
Bentuk yang dimaksud Ibnu Bajjah mencakup arti jiwa, daya, makna, dan konsep. Bentuk hanya dapat ditangkap dengan akal dan tidak dapat ditangkap oleh pancaindera. Bentuk pertama merupakan bentuk abstrak yang bereksistensi dalam materi. Bentuk menurut Ibnu Bajjah, bertingkat-tingkat. Tingkat yang paling rendah adalah bentuk materi pertama dan yang paling tinggi adalah bentuk akal pemisah. Dari bentuk yang paling rendah sampai bentuk yang paling tinggi terjalin seperti mata rantai. Akal manusiawi dapat mencari bentuk kesempurnaannya dapat melewati rantai dengan berfilsafat. Jiwa seperti ini dapat berhubungan langsung dengan akal aktif.

d. Jiwa
Menurut pendapat Ibnu Bajjah, setiap manusia mempunyai jiwa. Jiwa ini tidak mengalami perubahan sebagaimana jasmani. Jiwa adalah penggerak bagi manusia. Jiwa di gerakkan dengan dua jenis alat-alat jasmaniah dan alat-alat rohaniah. Alat-alat jasmaniah antaranya ada berupa buatan dan ada pula berupa alamiah, seperti kaki dan tangan. Alat-alat alamiah ini lebih dahulu dari alat buatan, yang disebut juga oleh Ibnu Bajjah dengan pendorong naluri (al-harr al-garizi) atau roh insting. Ia terdapat pada setiap makhluk yang berdarah.
Jiwa menurut Ibnu Bajjah, adalah jauhar rohani, akan kekal setelah mati. Di akhirat jiwalah yang akan menerima pembalasan, baik balasan kesenangan (surga) maupun balasan siksaan (neraka). Akal, daya berpikir bagi jiwa, adalah satu bagi setiap orang yang berakal. Ia dapat bersatu dengan Akal Fa’al yang diatasnya dengan jalan ma’rifah filsafat.

e. Politik
Dari pengertian mutawahhid, banyak orang mengira bahwa Ibn Bajjah menginginkan supaya seseorang menjauhkan diri dari masyarakat ramai. Tetapi sebenarnya Ibn Bajjah bermaksud bahwa seorang mutawahhid sekalipun harus senantiasa berhubungan dengan masyarakat. Tetapi hendaklah seseorang itu mampu menguasai diri dan sanggup mengendalikan hawa nafsu, tidak terseret kedalam arus perbuatan rendah masyarakat.dengan perkataan lain ia harus berpusat pada dirinya dan merasa selalu bahwa dirinya menjadi contoh ikutan orang lain, serta sebagai penyusun perundang-undangan bagi masyarakat, bukan malah tenggelam dalam masyarakat itu .
Pandangan politik Ibnu Bajjah dipengaruhi oleh pandangan politik Al-Farabi. Ia juga membagi negara menjadi negara utama atau sempurna dan negara yang tiadak sempurna , seperti negara jahilah, fasiqah, dan lainya.
Demikian juga dengan hal-hal lain yang lain, seperti persyaratan kepala negara dan tugas-tugasnya selain mengatur negara, juga pengajar dan pendidik. Pendapat Ibnu Bajjah ini sejalan dengan Al-Farabi. Perbedaannya hanya terletak pada penekananya. Al-Farabi titik tekannya pada kepala negara, sedangkan Ibnu Bajjah titik tekannya pada warga negara (masyarakat).


f. Ahlak
Ibnu Bajjah membagi perbuatan manusia menjadi dua macam: pertama perbuatan manusiawi, yaitu perbuatan yang didorong oleh kehendak. Sedangkan kehendak itu dihasilkan oleh pertimbangan pemikiran; dan kedua, perbuatan hewani yaitu perbuatan instingtif seperti yang terdapat pada hewan, muncul karena dorongan insting. Bukan karena dorongan pemikiran, sebagai contoh: seseorang tersandung oleh sebuah batu dijalan, kemudian batu itu ia hancurkan. Bila ia menghancurkan batu itu karena terluka oleh batu itu. Maka perbuatan itu masih berada dalam kategori perbuatan hewani. Akan tetapi bila ia menghancurkan berdasarkan pertimbangan agar batu yang dihancurkan itu tidak lagi menyandung dan melukai siapa saja yang lewat dijalan itu. Maka perbuatan tersebut adalah perbuatan manusia, dan masuk dalamkategori perbuatan etis.
Menurut Ibnu Bajjah, seseorang haruslah menata dirinya dengan membuat daya-daya hewaninya tunduk pada kemauan pemikiran (akal). Bila terjadi sebaliknya pada seseorang, yakni daya akalnya tunduk pada daya hewaninya sehingga ia tidak tahu lagi membedakan antara yang benar dan sesat, yang baik dan yang buruk, maka – menurut Ibnu Bajjah – hewan lebih tinggi daripada orang itu karena hewan berbuat tunduk pada tabiatnya.

g. Manusia Penyendiri
Filsafat Ibnu Bajjah yang paling populer adalah manusia penyendiri, dalam menjelaskan manusia penyendiri ini, Ibnu Bajjah terlebih dahulu memaparkan penertian Tadbir al- Mutawahhid. Lafal Tadbir, dalam bahasa Arab, mengandung pengertian yang banyak, namun pengertian yang diinginkan Ibnu Bajjah mengatur perbuatan-perbuatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dengan kata lain, aturan yang sempurna. Dengan demikian, jika tadbir dimaksudkan pengaturan yang baik untuk mencapai tujuan tertentu, maka tadbir hanya khusus bagi manusia. Sebab pengertian itu, hanya dapat ditentukan dengan perantara akal, yang akal hanya terdapat pada manusia.
Adapun yang dimaksud dengan mutawahhid adalah manusia yang hidup menyendiri, hidup didalam menara gading, merenungkan berbagai ilmu teoritis. Dengan cara begitu ia dapat berhubungan dengan al-Aqlu al-Fa’al. Memang benar hidup mengasingkan diri sepenuhnya berlawanan dengan tabiat manusia sebagai mahluk yang beradab menurut kodratnya. Akan tetapi Ibnu Bajjah berpendapat bahwa hidup memecilkan diri pada hakikatnya lebih baik. Sebagai mana ia mengatakan “untuk itu orang yang hidup menyendiri, dalam beberapa segi kehidupanya sedapat mungkin harus menjauhkan diri dari orang lain, tidak mengadakan hubungan dengan orang lain keculai dalam keadaan mendesak atau sekedar menurut keperluan, atau ia pergi hijrah ketempat yang banyak terdapat ilmu penegetahuan kalau ada. Sikap yang demikian itu tidak bertentangan dengan apa yang disebut peradabaan, dan tidak bertentangan pula dengan apa yang tampak jelas didalam ilmu alam. Telah jelas bahwa manusia adalah berada menurut kodratnya”




Senin, 27 April 2015

Estimasi Anggaran Seminar

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Era modern sekarang, anak-anak memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan hiburan atau mengisi waktu luangnya , salah satunya adalah dengan menonton tayangan film, baik televisi ataupun bioskop. Selain memiliki fungsi menghibur, kegiatan menonton film juga dapat dijadikan sarana atau media edukasi. Namun tak jarang pula, menonton film dapat menimbulkan dampak negative bagi anak-anak, karena isi dan pesannya tidak sesuai dan layak bagi anak-anak. Film adalah suatu yang bisa menjadi sebuah inspirasi dan mampu mempengaruhi anak-anak, terutama yang bercerita tentang petualangan, dapat berpengaruh positif pada kecerdasaan emosional. Dari film, anak-anak bisa mendapatkan berbagai hal, mulai dari meniru kata-kata, mengenal warna, benda, gerakan, musikalitas dan lain sebagainya. Anak-anak menyukai film karena didalamnya terdapat banyak unsur. Ada tema ada pesan, kaya dengan gambar dan warna, gerakan visual dan adegan-adegan yang menghibur. Namun dalam film juga dapat memberikan model-model tertentu, mulai dari kekerasan, kecerdasan, kepeminpinan, keceriaan dan kejenekaan. Disinilah peran mahasiswa untuk memberi bimgbingan terhadap anak-anak mana film yang layak ditonton dan tidak layak untuk ditonton.
Tidak kalah penting, bahwa film juga dapat membantu memberikan stimulasi dan mengembangkan kecerdasan majemuk(multiple intelligence) dari individu yang ditontonya. Kecerdasaan majemuk disini adalah kecerdasaan yang menyangkut banyak aspek dari fungsi bahasa, imajinasi, motoric, logika, sosial hingga spiritual. Supaya film memberi edukasi dan memberi stimulasi kecerdasaan pada anak. Fungsi kami selaku mahasiswa sangat perlu mengadakan seminar film edukasi dan mengarahkan pada anak-anak untuk bisa memilah dan memilih mana film yang baik dan yang jelek. Namun dalam melaksanakan seminar ini kami sebagai penggerak membutuhkan anggaran untuk konsumsi. Dan objeknya adalah anak-anak SMP sedeajat. Dalam jangka waktu satu bulan kami mengabdi, kami akan mengadakaan kegiatan ini satu minggu sekali.
Estimasi anggaran seminar : Snack peserta seminar nonton film edukasi sebelum dan sesudah
1 pak kopiko = 5000
40 x 2 pak =10,000
= 2 pak x 1 bualan/4minggu
= 10.000 x 4
= 40.000

Totalnya : 40.000 + 116000
= 156000 Hadiah bagi peserta yang meberi respon terhadap film yang ditonton
1 biji silverqueen = 5.800
5 peserta x 5 biji = 29000
=29000x 1bln/4 ming
=29000 x 4
= 116000



sa'id ibn 'amir


سعد بن عامر
عمر بن خطاب وهو معروف انتقائية فى اختيار الامير, يختار الناس طموحا أقل للمكتب, جدير با لثقة الرعاية أقرب الى الناس, الشروط المناسبه على مايبدو بسعد بن عامر, أن يربد عمربن خطاب الرفعه يكون المساعدين حاكم فى حمص .
أن يلتقى سعد بن عامر. وقال عمر له : ياسعد أريد رفع لك حاكم فى حمص . مارأيك...؟ قال يا أميرالمؤمنين, اسمحولى أن يكون الناس العاديين لكى التركيز على سؤون الاخرة.أخاف بهذا الموقف الجديد, وسوف أستحول بسهولة بعداعن الاخرة.
فقال عمر : ويل لك ياسعد, أنت غير عادلة, كنت تعطينى الوظيفىى على كتفى بينما كنت نأت بنفسها عنه, مايدعم هذا...؟
أخيره لايمكن أن تقاوم , إجابه ياأميرالمؤمنين , والله وأنا لن تسمح لك وصد ك فى تحمل هذاالعباء, أنا بقدرات وسوف نحاول مسعا عدتك..
وبعد فترة من الزمن, زار عمربن الخطاب [ض] حمص يفتقد أحوالها, وقابل أهلها وسألهم أميرهم سعد بن عامر. فأثنؤا عليه, ولكنهم شكواله ثلاثة أفعال لايحبنونها فيه. فستدعى سعد بن عامر, وجمع بينه وبنهم . وقال عمر : ماتسكون من أميركم.....؟ فقالوا :" إنه لايخرج إلى الناس حتى يرتفع النهار". ونظر أميركم المؤمنين إلى سعد وسأله أن يجيب فقال :" والله إنى أكره أن أقول ذلك , ليس خادم ,فأنا أعجن معهم عجينى, ثم أنتظر حتى يختمر ثم أخبزلهم, ثم أتوضأوأخرج للناس".
ثمم قال عمر : "وما تشكون منه أيضا ؟ " قالوا :"إنه لايجب أحد بليل". قال سعد : والله كنت أكره أن أعلن ذلك أيضا. إنى جعلت النهار لهم, وجعلت الليل لله عزوجل ". قال عمر." وماذا أيضا تشكون منه ..؟ قالوا :" إن له يوما فىى الشهرر لايقابل فيه أحدا.؟ فقال عمر :" وماذ تقول فى ذلك يا سعد....." فقال سعد :" ليس لى خادم يغتسل ثيابى, وليس ثياب غير التىى على,ففىى هذذااليوم أأغغتسلها وأنتظر حتى تجف ثم أخرج إلىيهم أخرالنهار". عند ذلك قال عمر : " الحمد لله الذي لم يخيب ظنى بك".


'du al adha

عيد الأضحى وسنة الأخحية
عيد الأضحى المبارك هو ثاني أكبر أعيادالمسلمين, وسمّي شهرذوالحجّه وهذالعيد له مذاق خاص وفرحة خاصة لارتباطه بتأ دية مناسك الج إلى بيت الله الحرام, مستجيبا لأمر الله الذي أمربه المسلمين جميعا فى قوله تعالى ( ولله على النّاس حجّ البيت من استطاع إليه سبيلا ومن كفر فإن الله غنيّ عن العالمين ) آل عمران : 97 ولأمر رسوله (ص) وقوله [أيهاالنّاس قدفرض الله عليكم الحج فحجوا. رواه مسلم] ,فقال ايضا. من حجّ لله يرفث ولم يفسق رجع كيوم ولدته أمّه [ رواه الشيخان
وفى التاريخ[ 10- 13] من ذوالحجّه بذبح الأضاحي, فهي مايذبح من الإبل والبقر والغنم يوم النحر وأيام التشريق تقربا لله تعالى وشكراله على ما رزقهم من بهيمة الأنعام . وإحياء لسنة خليل الرحمن إبرهيم عليه السلام عندما أمره الله بذيح ولده إسماعيل ثم فداه بكبش فذبحه بدلا منه قال تعالى "وفيديناه بذبح عظيم" الصافات 107 فيتذكرون بذلك قصة الفداء التي حديث لنبي الله إبراهيم وولده إسماعيل عليهما السلام وما فيها من دروس وعبر نافعة من أهمها طاعة الإبن الأبيه حتى لوأدى ذلك إلى ذبحه.
ويبداء وقت ذبح الأ ضحية من بعد صلاة العيد ويستمر إلى غروب شمس يوم الثالث عشر من ذي الحجة لقوم الرسول صلى الله علية وسلم "من ذبح قبل الصلاة فإنّماذبح لنفسه,ومن ذبح بعدالصلاة فقدتمّ . وأصاب سنّة المسلمين" صحيح البخارى


Nama : dede
Kelas :semester 3 c

Teori masuknya Islam ke-Nusantara

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Islam adalah agama yang pada saat ini sudah menyebar ke seluruh benua dan Negara yang ada dipermukaan dunia ini. Karena memang didalam ajaran islam itu sendiri menuntut kepada orang yang memeluk agama islam untuk menyebarkannya kepada umat-umat yang lainnya yang belum kenal islam, di dalam islam pun ajaranya mudah dimengerti sesuai rasional dan juga banyak bukti-bukti alam bahwa agama islam adalah agama yang benar. Maka orang islam yang berakhlak baik memudahkan dalam penyebaranya agar penduduk sekitar yang non islam mau menerima , mengikuti, dan masuk agama islam.
Salah satu fakta tentang orang yang paling berpenggaruh diseluruh dunia nomor satu adalah nabi kita rosulullah Muhammad saw. Beliau menyebarkan islam sendirian dimekkah yang saat itu penduduknya jahiliyah dan kemudian berubah menjadi masyarakat yang berakhlak baik dengan memeluk agama islam yang dibawa oleh nabi. Dari sinilah sejarah penyebaran islam semakin luas ke seluruh dunia hingga sampai ke Indonesia.
Seiring berjalanya waktu dari penyebaran islam dimekkah sampai kepenjuru dunia, maka para pakar sejarah melakukan penelitian dan menceritakan dalam buku seperti apa perjalanan penyebaran islam itu hingga bisa mencapai kesetiap Negara,
Sebenarnya para ahli sejarah yang telah menggungkapkan seperti apa perjalanan penyebaran islam ada yang berbeda-beda pendapat, dari masalah penepatan tahun persisnya waktu kejadian tersebut, tapi pada dasarnya semua saling melengkapi. Karena seiring dengan berkembangya teknologi dizaman sekarang buku-buku tentang sejarah di refisi dari kekurangan-kekurangannya, sehingga menjadi semakin lengkap dan benar.

B. Tujuan Makalah
1. Menyelesaikan tugas Mata Kuliah Study Islam Asia Tenggara.
2. Menambah pengetahuan tentang bagaimana penyebaran islam di Asia Tenggara.
3. Menumbuhkan kesadaran bahwa betapa beratnya penyebaran islam ke seluruh dunia
4. Mendorong orang agar menceritakan kepada yang lain yang belum tau sejarah islam.
5. Memotifasi kalangan umat islam untuk ikut serta menyebarkan ajaran islam ke pelosok yang belum mengenal islam.
C. Rumusan Makalah
1. Teori masuknya Islam ke Asia Tenggara.
2. Perkembangan Islam di Asia Tenggara.
3. Pengaruh Islam tehadap Lembaga-Lembaga social Politik di Asia Tenggara.

BAB II
PEMBAHASAN


A. Teori Masuknya Islam ke Asia Tenggara

Ada beberapa teori tentang masuknya Islam ke kawasan Asia Tenggara, seperti Teori kedatangan Islam ke Asia Tenggara dari,Arab, cina dan india.
1. teori kedatangan islam ke asia tenggara dri arab.
Teori ini yang menyatakan bahwa islam datang langsung dari arab,atau tepatnya hadramaut. Teori ini dikemukakan oleh Crswfurd (1820),Keyzer (1859), Niemann (1861), De Hollander (1861),dan Veth (1878). Crawfrud menyatakan bahwa islam datang langsung dari arab,meskipun ia menyebut adanya hubungan degan orang-orang “mohammada” di india timur Keyzer beranggapan bahwa islam datang dari mesir yang bermdzhab syafe’i, sama yang dianut kaum muslimin Nusantara umumnya.Teori ini juga dipegang oleh Niemann dan de Hollander, tetapi dengan menyebut hadramaut, bukan mesir, sebagai sumber datangnya islam, sebab muslim hadramaut adalah pengikut madzhab kaum muslimin nusantara. Sedangkan Veth hanya menyebut “orang-orang arab” tanpa menunjuk asal mereka di timur tengah maupun kaitanya (kalau ada) dengan hadramaut mesir atau india.
Teori semacam ini juga di ajukan oleh hamka dalam seminar “sejarah masuknya islam ke-indonesia” pada 1962. Menurutnya, islam masuk ke Indonesia langsung dari arab, bukan melalui india dan bukan pula pada abad ke-11 melainkan pada abad pertama hijriah/7M.

2. Teori kedatangan Islam ke Asia Tenggara dari Cina.
Dikemukakan oleh E.G Eredia dan S.Q. Fatimi. Menurut Eredia, Canton pernah menjadi pusat Perdagangan bagi para pedagang Arab hingga pedagang Cina memeluk Islam. Pedagang China Islam ini kemudiannya berdagang di Asia tenggara disamping menyebarkan Islam.
Sedangkan menurut Fatimi, pedagang Cina Canton pernah berpindah beramai-ramai ke Asia Tenggara.
Adapun Bukti kedatangan Islam dari China ini yaitu :
- Pada Batu Bersurat Terengganu, batu nisan yang mempunyai ayat al-Quran di Pekan, Pahang.
- Wujud persamaan antara seni Bangunan Cina dengan seni Bangunan masjid di Kelantan, Melaka dan Jawa yaitu seperti bumbung pagoda, ciri khas atap genteng dari China.

3. Teori kedatangan Islam ke Asia Tenggara dari India/Gujarat.
Dikemukakan oleh S.Hurgronje, Menurutnya Islam datang dari Gujarat/India dan pantai Koromandel di semenanjung India. Hubungan dagang Asia Tenggara dengan India telah terwujud sejak lama, hal ini memberikan peluang bagi pedagang Islam India untuk menyebarkan Islam.


Adapun beberapa bukti dari teori ini yaitu :
- Terdapat batu marmar pada batu nisan mempunyai ciri buatan India, contohnya di batu nisan Raja Malik Pasai.
- Unsur budaya India amat banyak kita jumpai di Negara-negara Asia Tenggara.

Teori snouk ini lebih lanjut dikembangkan oleh Morrison pada tahun 1951, dengan menunjukan tempat yang pasti di india, ia menyatakan dari sanalah islam datang ke nusantara. Ia menunjukan pantai koromandel sebagai pelabuhan tempat bertolaknya para pedagang muslim dalam pelayaran mereka menuju nusantara

Sedangkan di Indonesia sendiri terdapat beberapa Teori tentang masuknya islam di Indonesia[2], yaitu :

1. Teori Gujarat
Teori ini merupakan teori tertua yang menjelaskan tentang masuknya Islam di Nusantara. Dinamakan Teori Gujarat, karena bertolak dari pandangannya yang mengatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara berasal dari Gujarat, pada abad ke-13 M, dan pelakunya adalah pedagang India Muslim.
Bukti-bukti dari teori ini yaitu :
- bukti batu nisan Sultan pertama Kerajaan Samudera Pasai, yakni Malik al-Shaleh yang wafat pada 1297. relif nisan tersebut bersifat Hinduistis yang mempunyai kesamaan dengan nisan yang terdapat di Gujarat.
- adanya kenyataan bahwa agama Islam disebarkan melalui jalan dagang antara Indonesia-Cambai (Gujarat)-Timur Tengah-Eropa.

2. Teori Makkah
Teori ini dicetuskan oleh Hamka, Ia lebih menguatkan teorinya dengan mendasarkan pandangannya pada peranan bangsa Arab sebagai pembawa agama Islam ke Indonesia, kemudian diikuti oleh orang Persia dan Gujarat. Gujarat dinyatakan sebagai tempat singgah semata, dan Makkah sebagai pusat, atau Mesir sebagai tempat pengambilan ajaran Islam.
Hamka menolak pendapat yang mengatakan bahwa Islam baru masuk pada abad 13, karena kenyataanya di Nusantara pada abad itu telah berdiri suatu kekuatan politik Islam, maka sudah tentu Islam masuk jauh sebelumnya yakni abad ke-7 Masehi atau pada abad pertama Hijriyah.
Pada 674 M telah terdapat perkampungan perdagangan Arab Islam di Pantai Barat Sumatera, bersumber dari berita Cina.kemudian berita Cina ini ditulis kembali oleh T.W. Arnold (1896), J.C. van Leur (1955) dan Hamka (1958). Timbulnya perkampungan perdagangan Arab Islam ini karena ditunjang oleh kekuatan laut Arab.
Dari keterangan tentang peranan bangsa Arab dalam dunia perniagaan seperti di atas, kemudian dikuatkan dengan kenyataan sejarah adanya perkampungan Arab Islam di pantai barat Sumatera di abad ke-7, maka terbukalah kemungkinan peranan bangsa Arab dalam memasukkan Islam ke Nusantara.


3. Teori Persia
Pencetus teori ini adalah P.A. Hoesein Djajadiningrat. Teori ini berpendapat bahwa agama Islam yang masuk ke Nusantara berasal dari Persia, singgah ke Gujarat, sedangkan waktunya sekitar abad ke-13. Teori itni lebih menitikberatkan tinjauannya kepada kebudayaan yang hidup di kalangan masyarakat Islam Indonesia yang dirasakan memiliki persamaan dengan Persia (Morgan, 1963:139-140). Di antaranya adalah:
- Peringatan 10 Muharram atau Asyura sebagai hari peringayan Syi'ah atas syahidnya Husein.
- Adanya kesamaan ajaran antara Syaikh Siti Jenar dengan ajaran Sufi Iran al-Hallaj, sekalipun al-Hallaj telah meninggal pada 310H / 922M, tetapi ajarannya berkembang terus dalam bentuk puisi, sehingga memungkinkan Syeikh Siti Jenar yang hidup pada abad ke-16 dapat mempelajarinya.
Dari uraian tentang tiga teori masuknya Islam ke Indonesia di atas, dapat dilihat beberapa perbedaan dan kesamaannya:
• Teori Gujarat dan Persia mempunyai persamaan pandangan mengenai masuknya agama Islam ke Nusantara berasal dari Gujarat. Perbedaannya terletak pada teori Gujarat yang melihat ajaran Islam di Indonesia mempunyai kesamaan ajaran dengan mistik di India.Sedangkan teori Persia memandang adanya kesamaan dengan ajaran Sufi di Persia.Gujarat dipandangnya sebagai daerah yang dipengaruhi oleh Persia, dan menjadi tempat singgah ajaran Syi'ah ke Indonesia.
• Dalam hal Gujarat sebagai tempat singgah, teori Persia mempunyai persamaan dengan teori Makkah, tetapi yang membedakannya adalah teori Makkah memandang Gujarat sebagai tempat singgah perjalanan perjalanan laut antara Indonesia dengan Timur Tengah, sedangkan ajaran Islam diambilnya dari Makkah atau dari Mesir.
• Teori Gujarat dan Persia keduanya tidak memandang peranan bangsa Arab dalam perdagangan. Dalam hal ini keduanya lebih memandang pada peranan orang India Muslim. keduanya meyakini Islam masuk di Nusantara pada abad ke-13. Sebaliknya teori Makkah lebih meyakini Islam masuk di Nusantara pada abad ke-7, karena abad ke-13 dianggap sebagai saat-saat perkembangan Islam di Nusantara.
• Dalam melihat sumber negara yang mempengaruhi Islam di Nusantara, teori Makkah lebih berpendirian pada Makkah dan Mesir dengan mendasarkan tinjauannya pada besarnya pengaruh madzhab Syafi'i di Indonesia. Sedangkan teori Persia, meskipun mengakui pengaruh madzhab Syafi'i di Indonesia tetapi, bagi teori ini, hal itu merupakan pengaruh madzhab Syafi'i yang berkembang di Malabar, oleh karena itu teori ini lebih menunjuk India sebagai negara asal Islam Indonesia.
Walaupun dari analisa perbandingan di atas ketiga teori tersebut lebih menampakkan tajamnya perbedaan dari pada persamaan, namun ada titik temu yang bisa disimpulkan yakni, bahwa :

 Islam masuk dan berkembang melalui jalan damai (infiltrasi kultural),
 Islam tidak mengenal adanya misi sebagaimana yang dijalankan oleh kalangan Kristen dan Katolik.

B. Cara-cara Datang dan Berkembangnya Islam di Asia Tenggara
Menurut Uka Tjandrasasmita , saluran-saluran islamisasi yang berkembang ada beberapa yaitu:

1. Perdagangan
pada taraf permulaan saluran islamisasi adalah perdagangan. Kesibukan lalu-lintas perdagangan pada abad ke-7 sampai ke-16 M membuat pedagang-pedagang muslim berdatangan dari berbagai negeri. Islamisasi melalui perdagangan ini sangat menguntungkan karena para raja dan bangsawan turut serta dalam kegiatan perdagangan. Para pedagang muslim banyak yang bermukim di pesisir pulau Jawa, mereka berhasil mendirikan masjid, sehingga jumlah mereka menjadi banyak.


2. Perkawinan
Jalur perkawinan ini lebih menguntungkan apabila terjadi antara saudagar muslim dengan anak bangsawan atau anak raja karena mereka kemudian turut mempercepat proses islamisasi.

3. Tasawuf
Tasawuf dan tariqad, bersamaan dengan para pedagang ke Indonesia datang pula ulama, da’i dan sufi pengembara dan diangkat menjadi penasehat/ pejabat di kerajaan dan kemudian kemudian para sufi menyebarkan Islam dengan cara membentuk kader mubaliq dam melalui karya-karya tulis

4. Pendidikan
Para pedagang muslim menguasai kekuatan perekonomian dan dijadikan pusat pengembangan pendidikan dan penyebaran Islam

5. kesenian
Penyebaran Islam dikembangkan dengan melalui seni seperti seni arsitektur dan seni kaligrafi dan berbagai seni lain yang bercorak Islam.

6. Politik
Di Maluku dan Sulawesi selatan, kebanyakan rakyat masuk Islam setelah rajanya memeluk Islam terlebih dahulu.Pengaruh politik raja sangat membantu tersebarnya Islam di daerah ini.Kemenangan kerajaan Islam secara politik banyak menarik penduduk masuk Islam.

C. Tahap-tahap Perkembangan Islam

1. Kehadiran para pedagang Muslim (7 - 12 M)
Fase ini diyakini sebagai fase permulaan dari proses sosialisasi Islam di kawasan Asia Tenggara, yang dimulai dengan kontak sosial budaya antara pendatang Muslim dengan penduduk setempat.
Pada fase pertama ini, tidak ditemukan data mengenai masuknya penduduk asli ke dalam Islam. Bukti yang cukup jelas mengenai hal ini baru diperoleh jauh kemudian, yakni pada permulaan abad ke-13 M / 7 H. Sangat mungkin dalam kurun abad ke 1 sampai 4 H terdapat hubungan perkawinan antara pedagang Muslim dengan penduduk setempat, hingga menjadikan mereka beralih menjadi Muslim. Tetapi ini baru pada tahap dugaan.
Walaupun di Leran - Gresik, terdapat sebuah batu nisan bertuliskan Fatimah binti Maimun yang wafat pada tahun 475 H / 1082 M. Namun dari bentuknya, nisan itu menunjukkan pola gaya hias makam dari abad ke-16 M seperti yang ditemukan di Campa, yakni berisi tulisan yang berupa do'a-do'a kepada Allah.

2. Terbentuknya kerajaan Islam (13-16M)
Pada fase kedua ini, Islam semakin tersosialisasi dalam masyarakat Nusantara dengan mulai terbentuknya pusat kekuasaan Islam. Pada akhir abad ke-13 kerajaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Indonesia merebut jalur perdagangan di Selat Malaka yang sebelumnya dikuasai oleh kerajaan Sriwijaya. Hal ini terus berlanjut hingga pada permulaan abad ke-14 berdiri kerajaan Malaka di Semenanjung Malaysia.
Sultan Mansyur Syah (w. 1477 M) adalah sultan keenam Kerajaan Malaka yang membuat Islam sangat berkembang di Pesisir timur Sumatera dan Semenanjung Malaka.Di bagian lain, di Jawa saat itu sudah memperlihatkan bukti kuatnya peranan kelompok Masyarakat Muslim, terutama di pesisir utara.

3. Pelembagaan Islam
Pada fase ini sosialisasi Islam semakin tak terbendung lagi masuk ke pusat-pusat kekuasaan, merembes terus sampai hampir ke seluruh wilayah.Hal ini tidak bisa dilepaskan dari peranan para penyebar dan pengajar Islam.Mereka menduduki berbagai jabatan dalam struktur birokrasi kerajaan, dan banyak diantara mereka menikah dengan penduduk pribumi. Dengan kata lain, Islam dikukuhkan di pusat-pusat kekuasaan di Nusantara melalui jalur perdagangan, perkawinan dengan elit birokrasi dan ekonomi, di samping dengan sosialisasi langsung pada masyarakat bawah. Pengaruh islamisasi yang pada awalnya hanya berpusat di satu tempat telah jauh meluas ke wilayah-wilayah lain di asia tenggara.

Islam Begitu cepat berkembang dan dapat diterima dengan baik di masyarakat karena Dalam Penyebaran dan perkembangannya, dengan jalan damai.tidak pernah ada ekspedisi militer ataupun kekerasan untuk islamisasi ini.

D. Pengaruh Islam di Asia Tenggara
1.Indonesia
Indonesia adalah Salah satu negara di asia tenggara yang mempunyai letak strategis terutama dalam sektor perdagangan. Negara dengan jumlah penduduk 237.556.363(sensus 2010) dengan kepadatan124/km dan rata-rata berpenduduk muslim menjadikan negara ini sebagai negara dengan jumlah Muslim terbesar di dunia.
Indonesia yang merdeka dari belanda pada 17 agustus 1945,diakui (sebagai RIS) pada 27 desember 19 49 dan kembali lagi ke ripublik Indonesia pada 17 agustus 1950.
Demokrasi liberlal yang pernah di terapkan di Indonesia hanya meningkatkan suhu konflik antar etnis,agama dan ideologi antar rakyat Indonesia. Partai politik hanya melahirkan harapan-harapan yang tidak realistis yang akhirnya hanya menimbulkan perpecahan di kalangan muslimin.5
Karena mempunyai banyak penduduk dan rata-rata beragama Islam,maka Islam di Indonesia m terpecah-pecah menjadi beberapa golongan,
2.Malaysia
Malaysia menganut system politik yang mirip dengan inggris yaitu demokrasi liberal sampai taun 1960,kemudian pada tahun 1963 terbentuklah federasi malaysia.pada tahun sekitar 1984 brunai memisakan diri dari malaysia dan mendapatkan kemerdekaan pada tanggal 1 januari 1984.pada tahun 1965 singapura juga melepaskan diri dari Malaysia



3. Brunai Darussalam
Brunai Darussalam adalah sebuah negara kecil yang terletak di asia tenggara,tepatnya di bagian utara pulau kalimantan.
Kerajaan Brunai Darussalam mempunyai corak pemerintahan monarki konstitusional dengan sultan yang menjabat sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan,merangkap sebagai perdana menteri dan menteri pertahanan dengan di bantu oleh dewan penasihat kesultanan dan di bantu oleh beberapa menteri.6
4. Fillipina
Orang-orang muslim filipina disebut dengan orang moro.jumlah masyrakat moro sekitar 9% total dari populasi rakyat filipina.mayoritas kaum moro bekerja sebagai petani dan nelayan.
5. Thailand
Islam di thailand tergolong minoritas karena hampir 95% penduduk thailand memeluk agama budha.sebenarnya pemerintah thailand menyediakan dana keagamaan.kaum muslim di perbolehkan da’wah,sekolah,membentuk organisasi dan mengelola penerbitan litelatur keagamaan.
6. Singapura
Sekitar 14,9% masyarakat singapura menganut agama islam,di negara singapura terdapat Departemen Urusan Agama Islam dan Majelis Agama Islam Singapura.dan bayak lagi organisasi Islam lainnya.
Dari sekian banyak negara di asia tenggara hanya Indonesia saja yang mempunyai mayoritas penduduk Islam,bahkan indonesia mendapat predikat negara muslim terbesar di dunia,dengan 90% total penduduk mengaku Islam.
Sebagian besar agama Islam menyentuh semua negara di asia tenggara walaupun ada sebagian yang minoritas.

Islam begitu berpengaruh di kawasan asia tenggara, adapun beberapa pengaruh islam adalah sebagai berikut :

1. Sistem Pemerintahan
• Wujudnya institusi kesultanan Islam di beberapa Negara.
• Ulama menjadi penasehat bagi Raja/sultan
• Islam sebagai agama resmi dan mayoritas.
• Undang-undang berlandaskan hukum islam
• Wujudnya semangat jihad

2. Sistem Pendidikan
• Pendidikan islam disampaikan kepada semua lapisan masyarakat
• Sekolah, pesantren, madrasah, dan Mesjid sebagai institusi pendidikan dan Basis Islam



3. Cara hidup
• Penggunaan Pakaian yang menutup aurat
• Mengamalkan konseppersaudaraan sesama Islam
• Persamaan taraf sesamamanusi
• Sifat tolong-menolong, hormat menghormati, dan amalan bergotong-royong

4. Bahasa dan Kesusastraan
• Bentuk tulisan arab melayu
• Banyak istilah Arab digunakan dalam bahasa Melayu
• Hasil kesusasteraan Melayu terpengaruh dengan gaya dan tatabahasa Arab
• Bentuk sastera Melayu dipengaruhi, bentuk sastera Islam

5. Kesenian
• Seni pada batu nisan dan ukiran kayu
• Seni bangunan Islam mempengaruhi bentuk masjid, kubah, mimbar, mihrab dan menara azan.

6. Ekonomi
• Terbentuknya Institusi ekonomi Islam seperti baitulmal
• Amalan zakat dan sedekah
• Amalan riba, penindasan dan penipuan dilarang dalam perdagangan

Sedangakan di Indonesia sendiri Ketika Islam datang, sebenarnya kepulauan nusantara (Indonesia) sudah mempunyai peradaban yang bersumber kebudayaan asli pengaruh dari peradaban hindu-budha di India.Meskipun demikian Islam cepat menyebar. Hal ini disebbkan Islam yang dibawa oleh kaum pedagang maupun para Da’i dan ulama masa awal, mereka semua menyiarkan
suatu rangkaian ajaran dan cara serta gaya gaya hidup yang secara kuantitatif lebih maju dari peradaban yang ada. Bukti-bukti Perkembangan peradaban dan keagamaan di Indonesia adalah :

a. Sebelum Kemerdeka an
Sebelum Indonesia merdeka Islam telah berkembang dan mempunyai peradaban yang mencerminkan kemuliaan agama Islam, diantaranya adalah:

1. adanya birokrasi keagamaan, dimana kedudukan ulama sebagai penasehat raja, terutama dalam bidang keagamaan terdapat di kerajaan-kerajaan Islam
2. ulama dan ilmu-ilmu keagamaan
Penyebaran dan pertumbuhan kebudayaan Islam di Indonesia terletak di pundak para ulama. Ada dua cara yang dilakukan para ulama dalam pengembangan ilmu-ilmu keagamaan, yaitu: membentuk kader-kader ulama dan menyebarkan karya-karya ke berbagai tempat yang jauh
2. adanya arsitek bangunan yang menghasilkan seni-seni bangunan yang bercorak Islam seperti masjid, ukiran, candi dan sebagainya.


b. Setelah Kemerdekaan

1. berdirinya departemen agama
2. berdirinya lembaga-lembaga pendidikan
3. adanya hukum Islam
4. terlaksananya haji
5. berdirinya majelis ulama Indonesia (MUI)


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Islam masuk dan berkembang dengan jalan damai, Beberapa teori masuk tentang masuknya islam di asia tenggara :

• Teori islam datang ke asia tenggara melalui arab
• Teori islam datang ke asia tenggara melalui cina
• Teori islam datang ke asia tenggara melalui india/gujarat

Saluran-saluran islamisasi yang berkembang yaitu:
• saluran perdagangan
• saluran perkawinan
• saluran tasawuf
• saluran pendidikan
• saluran kesenian
• saluran politik

Kedatangan islam membawa pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan social, ekonomi maupun politik di kawasan Asia Tenggara.
B. Saran
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari bahwa makalah ini masih memiliki kekurangan, baik dari segi isi maupun cara penulisannya. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis sangat berharap ada kritikan dan saran yang sifatnya untuk membangun.Terakhir penulis berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis begitu juga pembaca.



DAFTAR PUSTAKA
Azra,Azyumardi ,Renaisas islam asia tenggara,(PT.Remaja rosadakarya.Bandung .1999).
Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
A. Hasjmi (ed), Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia, P.T. Al-Maarif, Jakarta, 1981
Hamka,Rusdy hamka dalam dakwah dan pembaruan islam, (panji masyarakat, T.t,1988).

Rofiq ,Chorul.sejarah peradaban Islam dari masa klasik hingga modern.P.T. Stain press, Ponorogo, 2009.

konsep tasawuf Imam al Ghazali

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tasawuf sebagai salah satu ilmu esoterik islam selalu menarik untuk diperbincangkan. Terlebih pada saat ini dimana masyarakat seakan mengalami KATA PENGANTAR

puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Sholawat teriringkan salam senantiasa terlimpah curahkan atas baginda alam Nabi SAW yang telah membawa umatnya dari alam gelap gulita menuju alam yang terang benderang seperti sekarang ini.
Alhamdulillah pada tugas ini kami susun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang. KONSEP AJARAN TASAWUF , dan pada tugas ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah SWT akhirnya tugas ini dapat terselesaikan.
Tugas ini memuat tentang “KONSEP AJARAN TASAWUF IMAM AL-GHOZALI- ” yang sangat perlu untuk di pelajari. Walaupun mungkin masih kurang sempurna tapi juga memiliki detail yang cukup jelas bagi pembaca.
Semoga apa yang berada pada buku ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca untuk mengetahui dan mempelajari prosesnya penerimaan dan penyebaran hadis. Walaupun ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Ciputat, 12 November 2013

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan 1
BAB II PEMBAHASAN
A. Biografi Imam al-Ghazali 2
B. Al-Ghazali Dari Filsafat Menuju Tasawuf………………………………. 3
C. Konsep Ma’rifah Dalam Pandangan Al-Ghazali………………………… 4
D.Ajaran Tasawuf Al-Ghozali………………………………………………. 6





BAB III PENUTUP
B. Saran 7
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.Latarbelakang masalah
banyak masalah sehingga tasawuf dianggaap sebagai satu obat manjur untuk mengobati kehampaan tersebut.
Terlepas dari banyaknya pro dan kontra seputar asal mula munculnya tasawuf harus kita akui bahwa nilai-nilai tasawuf memang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Setidaknya tasawuf pada saat itu terlihat dari tingkah laku nabi yang pada akhirnya kita namakan dengan nilai-nilai sufi. Hal tersebut sangatlah wajar karena misi terpenting nabi adalah untuk memperbaiki dan sekaligus meyempurnakan akhlak masyarakat arab dulu.
Diantara salah satu tokoh tasawuf islam yang sangat terkenal adalah Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad al-Thusi atau yang kita kenal dengan sebutan Imam Al-Ghazali. Beliau telah berhasil menggagas kaedah-kaedah tasawuf yang terkumpul dalam karya yang terkenal Ihya’ U’lum al-Din. Karya al-Ghazali ini dianggap sebagai jembatan yang mendamaikan syari’at dengan tasawuf yang sempat mengalami clash pada zaman itu.

B. Rumusan Masalah.
a. Bagaimana konsep Ma’rifat dan al-Sa’adah menurut al-Ghazali dalam ajaran tasawuf ?
b. Bagaimana pandangan al-Ghazali tentang Hakikat Manusia ?

C. Tujuan Pembahasan
a. Menjelaskan sejarah perjalanan hidup al-Ghazali.
b. Untuk mengetahui penjelasan tentang Ma’rifat dan al-Sa’adah menurut pandangan al-Ghazali.
c. Untuk mengetahui tentang Hakikat Manusia menurut pandangan al-Ghazali.






BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Kehidupan al-Ghazali
Nama lengkapnya adalah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin muhammad bin Ta’us Ath-Thusi Asy-Syafi’i al-Ghazali. Secara singkat dipanggil al-Ghazali atau Abu Hamid al-Ghazali. dilahirkan di Khurasan 450 / 1058 M, dan wafat 14 Jumadi al-Akhir 505 H/ 1111 M. Ia dipanggil al-Ghazali karena dilahirkan di Ghazlah, suatu kota di Khurasan Iran.
Ayah al-Ghazali adalah seorang miskin pemintal kain wol yang taat, sangat menyayangi ulama, dan sering aktif menghadiri pengajian-pengajian. Ketika menjelang wafatnya, ayahnya menitipkan al-Ghazali dan adiknya yang bernama Ahmad kepada seorang sufi. Ia menitipkan sedikit harta kepada sufi itu seraaya berkata dalam wasiatnya :
“ Aku menyesal sekali Karen aku tidak belajar menulis, aku berharap mendapatkan apa yang tidak aku dapatkan itu melalui dua putraku ini.”
Sang sufi menjalankan isi wasiatnya itu dengan cara mendidik dan mengajar keduanya, smpai harta titipanya habis dan sufi itu tidak mampu lagi member makan keduanya, selanjunya menyerahkan kedua anak titipanya pada pengelola sebuah madrasah untuk belajar sekaligus menyambung hidup mereka.
Di madrasah tersebut, al-Ghazali mempelajari ilmu fiqh kepada Ahmad bin Muhammad al-Rizkani. Kemudian, al-Ghazali memasuki sekolah tinggi Nizhamiyah di Naisabur, dan disinilah ia berguru kepada Imam Harmain ( al-Juwaini,wafat 478 H/ 1086 M.) hingga menguasai ilmu mantiq, ilmu kalam, fiqh-ushul fiqh, tasawuf, filsafat, dan retorika perdebatan.
Selama berada di Naisabur, al-Ghazali tidak saja belajar kepada al-Juwaini, tetapi juga mempergunakan waktunya untuk belajar teori-teori tasawuf kepada Yusuf al-Nasaj. Ilmu-ilmu yang didapatnya dari al-Juwaini benar-benar ia kuasai, termasuk perbedaan pendapat dari para ahli ilmu tersebut, serta member sanggahan-sanggahan kepada penentangnya. Karena kemahiranya dalam masalah ini, al-Juwain menjuluki al-Ghazali dengan sebutan “Bahr Mu’riq” (lautan yang menghanyutkan). Kecerdasaan dan keluasan wawasan berpikir yang dimiliki al-Ghazali membuatny menjadi popular.
Setelah Imam Harmain wafat (478 H/1086 M.), al-Ghazali pergi ke Baghdad, tempat berkuasanya Perdana Menteri Nizham al-Muluk (w.485 H/ 1091 M.) dan juga temat berkumpul sekaligus tempat diselenggarakannya perdebatan-perdebatan antara ulama-ulama terkemuka, ia terpancing untuk melibatkan diri dalam perdebatan itu. Ternyata, ia serig mengalahkan para ulama ternama, sehingga mereka tidak segan-segan mengakui keunggulan al-Ghazali.
Sejak saat itu, nama al-Ghazali menjadi terkenal di kawasan kerajaan Saljuk. Hal itu menyebabkannya dipilih oleh Nizam al-Muluk untuk menjadi guru besar di Universitas NIzhamiya, Baghdad, pada tahun 483 H/ 1090 M. meskipun usianya baru 30 tahun. Selain mengajar di Nizhamiyah, ia juga aktif mengadakan perdebatan dengan paham golongan-golongan yang berkembang waktu itu.
Dibalik kegiatan perdebatan dan penyelaman berbagai aliran, timbul pergolakan dalam dirinya karena tidak ada yang memberikan kepuasan batinya, untuk itulah, ia memutuskan untuk melepaskan jabatandan pengaruhnya untuk meninggalkan Baghdad menuju Syiria, Palestin, dan kemudian ke Mekah untuk mencari kebenaran. Setelah memperoleh kebenaran hakiki pada akhir hidupnya, tidak lama kemudian ia wafat di Thus pada tanggal 19 Desember 1111 M, atau pada hari senin 14 Jumadi al-akhir tahun 505 H, dengan meninggalkan banyak karya tulisnya.
Al-Ghazali merupakan salah seorang sufi yang sangat produktif menulis beberapa kitab, antara lain :
 Mizanu al-‘Amal
 Bidayatu al-Hidayah
 Miskatu al-Anwar
 Al-Munqiz Mina al-Dalal
 Minhaju al-Abidin
 Al-Arbain Fi-Ushul al-Din
 Ihya ‘Ulumu al-din

B. Al-Ghazali Dari Filsafat Menuju Tasawuf
Sebagai seorang ilmuwan, filosof, ahli fiqh, ahli tasawuf dan bahkan pengetahuan lain yang cukup dalam,dengan sebutan atau gelar orang-orang sezamanya sebagai lautan yang tak bertepi akibat kedalaman ilmu pengetahuannya, dia mampu mengucapkan pengetahuanya itu secara menarik sebagai yang tercermin dalam karya-kariyanya.
Selain itu, kendati al-Ghazali telah menyerang para filosof,ia sebenarnya banyak memanfaatkan tulisan-tulisan mereka. Tentang akal misalnya, al-Ghazali menjelaskan bahwa akal adalah daya yang membedakan jiwa manusia dan binatang. Akal berfungsi untuk menangkap pengetahuan, baik teoritis maupun praktis, akal mempunyai empat tingkatan ;
 Akal garizi (dimiliki oleh bayi ).
 Aksioma (anak mumayyiz).
 Akal yang sudah memiliki pengetahuan melalui pengalaman teoritis dan praktis.
 Akal yang mampu mengendalikan hawa nafsu.

Sebagaian ulama yang akhirnya memilih dan lebih mengunggulkan jalan tasawuf , al-Ghazali mengingatkan bahwa bahwa pengetahuan akal dalam banyak hal dalam wilayah empiris dan matematis, memang dapat diterima oleh hati dan keyakinan yang penuh. Hati merasa memiliki ma’rifat tentang tuhan dengan keyakinan yang penuh, yakni yang tidak dapat mungkin dapat digoyahkan dengan apapun, sehingga bisa secara langsung rahasia-rahasia Tuhan. Terlepas dari nasehat al-Ghazali kepada para Ulama diatas. Kecendrungan al-Ghazali untuk menekuni dunia tasawuf disebabkan disebabkan oleh pengalamanya yang sejak kecil sebagai petualangan Intelektual yang hendak menimba Ilmu dari para Syekh.
Selama periode kehidupannya al-Ghazali menimba dan mendalami banyak cabang ilmu, dan filsafat. Dia mempelajari ilmu-ilmu tersebut barangkali untuk menghilangkan keraguanya yang muncul sejak mengajar . tapi ternyata ilmu-ilmu ini tidak memberikan ketenangan jiwanya. Kegelisahan jiwanya justru semakin menggelora sampai membuatnya tertimpa krisis psikis yang kronis.
Mengenai krisis yang menimpa dirinya, al-Ghazali berkata sebagai berikut :
“Lalu keaadan dirikupun kurenungi, dan ternyata aku telah tenggelam dalam ikatan-ikatan duniawi yang penuh meliputi diriku dari segala sudut. Amal-amalankupun kurenungi, khususnya amalanku yang terbaik, yaitu mengajar dan ternyata dan ternyata aku hanya menerima ilmu-ilmu yang sepele dan tak berguna. Akupun memikirkan niatku dalam mengajar, dan ternyata niatku tidak iklas demi allah. Bahkan hanya didorong oleh keinginan terhadap jabatan sehingga menjadi terkenal. Akuppun menjadi yakin bahwa akupun hamper mengalami kehancuran, dan aku benar-benar tidak akan lepas dari neraka, andai saja aku tidak meninggalkan hal-hal yang sepele tersebut.
C. Ajaran Tasawuf Al-Ghozali
Al-Ghazali, setelah mengkaji berbagai alian para filosof, teolog dan batiniyah tersebut akhirnya menentukan pilihanya untuk memilih duna sufi. Menurut para sufilah yang merupakan pencari kenbenaran yang hakiki. Lebih lanjut lagi al-Ghazali mengatakan bahwa jalan para sufi adalah paduan ilmu dan amal, sedangkan buahnya moralitas.
Setelah mengkaji tasawuf, al-Ghazali pun sepenuhnya mengarahkan dirinya menempuh jalan para sufi. Inilah jalan yang akhirnya menyembuhkan krisis rohaniah yang menimpanya, dimana dengan keputusan dengan tersebut al-Ghazali bersikap jujur pada dirinya sendiri. Dengan begitu maka diapun berhasil membuktiksn kekuatan manusia yang tidak menyerah pada kelemahan dalam mengendalikan hawa nafsunya. Dan hal tersebut bahkan menjadi teladan bagi setiap orang yang ingin mencapai kesempurnaan moral maupun spiritual.


Untuk menjalani kehidupan sufi, menurut al-Ghazali harus perlu dilalui fase-fase berikut :
 Al-Thariq

Sebagaiman al-Ghazali telah menguraikan perkembangan kehidupan rohaniah dalam karya-karyanya, al-Munqiz min al-Dalal dan Ihya ‘Ulum al-Din, dalam kitab ini ia menjelaskan semua jalan yang harus dilakukan oleh seseorang untuk menjalani kehidupan sufi, mulai dari awal hingga ujung akhirnya. Selain itu al-Ghazalijuga mengatakan bahwa jalan para sufi dalam karya ini dimaksudkan sebagai “pensucian diri anda, pembersihannya serta pencerahanya, lalu persiapan dan penantian (ma’rifat). Dari pernyataan ini jelas bahwa menurut al-Ghozali tujuan jalan para sufi adalah penempuhan fase-fase moral dan latihan jiwa, serta penggantian moral yang tercela dengan moral yang terpuji. Sehingga dengan ini seorang menempuh jalan tersebut akan mencapai pengenalan dengan allah. Jadi poros seorang sufi adalah moralitas.

 Ma’rifat
Perbedaan al-Ghazali dengan para sufi sebelumnya adalah dia telah menjadikan sebagai jalan mengeenal allah, yang jelas cirri-ciri dan batasanya. Khususnya dalam Ihya ‘Ulum al-Din, secara rinci ia membahas pengetahuan mistis dari segi pencapaiannya, metodenya, obyeknya, dan tujuanya, disertai perbandingan dengan pengetahuan para teoritis yang bukan sufi.
Menurut al-Ghazali sarana ma’rifat seorang sufi adalah kalbu, bukan perasaan dan bukan akal. Kalbu menurut al-Ghazali bagaikan cermin, sementara ilmu adalah pantulan gambar realitas yang terdapat didalamnya. Jelasnya jika cermin kalbu tidak bening adalah hawa nafsu tubuh.
Menurut Al-Ghazali, ma’rifat adalah mengetahui rahasia Allah dan mengetahui peraturan-peraturan Tuhan tentang segala yang ada. Alat untuk memperoleh ma’rifat bersandar pada sir-qolb dan roh. Pada saat sir, qalb dan roh Harun Nasution menjelaskan pendapat Al-Ghazali yang di kutip dari Al-Qusyairi bahwa qalb dapat mengetahui hakikat segala yang ada. Jika di limpahi cahaya Tuhan qalb dapat mengetahui rahasia-rahasia Tuhan dengan sir, qalb dan roh yang telah suci dan kosong itu dilimpahi cahaya Tuhan dan dapat mengetahui rahasia-rahasia Tuhan, kelak keduanya akan mengalami iluminasi (kasyf) dari Allah dengan menurunkan cahayanya kepada sang sufi sehingga yang dilihatnya hanyalah Allah, di sini sampailah ia ke tingkat ma’rifat.
 Kebahagiaan
Menurut al-Ghazali kebahagiaan dan kelezatan hidup akan tercapai jika sesuai dengan tabitat manusia yang diinginkan. Tetapi kebahagian seluruh anggota tubuh manusia hanyalah kebahagian semu dan akan musnah sesuai hilangnya nyawa manusia, sedangkan kebhagiaan dan kelezatan yang kekal adalah bertemunya manusia sebagai hamba allah yang menciptakan seluruah isi dalam dunia. Karena itu, kebahagiaan yang hakiki adalah jika manusia telah mengenal allah dengan mata hatinya.
Menurut ghazali kelezatan dan kebahagiaan yang paling tinggi adalah melihat Allah didalam kitab Kimiya As-Sa’adah, ia menjelaskan bahwa As-Sa’adah (kebahagiaan) itu sesuai dengan watak (tabiat). Sedangkan watak sesuatu itu sesuai dengan ciptaannya, nikmatnya mata terletak saat kita bisa melihat sesuatu yang indah, nikmatnya telinga terletak ketika kita mendengar suara yang merdu. Demikian juga seluruh tubuh mempunyai kenikmatan tersendiri. Kenikmatan Qolb (hati) sebagai alat memperoleh ma’rifat terletak ketika melihat Allah. Melihat Allah merupakan kenikmatan paling agung yang tiada taranya karena ma’rifat itu sendiri agung dan mulia. Sedangkan kelezatan dan kenikmatan melihat Tuhan tergantung qolb dan tidak akan hilang walaupun manusia sudah mati, karena qalb tidak ikut mati malah kenikmatannya bertambah karena dapat keluar dari kegelapan menuju cahaya terang.
Al-Ghazali lebih lanjut berbicara tentang teori kebahagiaan menurutnya bahwa kebahagiaan itu ada 2 macam, yaitu lazaat (kepuasan) dan sa’adah (kebahagiaan). Dengan bertambah banyak yang diketahui, bertambah pula kepuasan dan kebahagiaan, itulah sebabnya orang yang lebih luas ilmunya lebih merasa berbahagia daripada orang yang kurang ilmu. Maka dimanakah puncak tertinggi dari kepuasan dan kebahagiaan ? Puncaknya tertinggi ialah Ma’rifatullah mengenai Tuhan.
Dengan demikian menurut Ghazali bahwasanya puncaknya segala keindahan, kepuasan dan kebahagiaan adalah mengetahui pokok pangkal segala keindahan yaitu Allah, tidak ada diatas itu lagi. Karena kalau tempat mencari ma’rifat sudah terasa indah, puas dan bahagia kononlah ma’rifat.

















BAB III
PENUTUP
A.SARAN
Untuk memahami ilmu tasawuf khususnya dalam konsep Ma’rifat, al-Thariq dan al-Sa’adah , hendaknya tidak hanya tertumpu pada satu literatur saja. Oleh karena itu makalah ini semoga menjadi pemacu penyusun khususnya dan penyusun berikutnya pada umumnya untuk lebih mendalami ilmu tasawuf, sehingga apa yang sudah dijelaskan dalam makalah ini bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik sesuai dari tujuan ilmu tasawuf itu sendiri
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com