This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 30 April 2015

isim mustaq dan jamid

ILMU AS-SARF
ISIM JAMID DAN ISIM MUSYTAq

PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Dalam pelajaran ilmu al- sarf terdapat pembahasan tentang isim jamid dan isim musytaq di lihat dari segi susunannya.
isim jamid adalah isim yang tidak dapat di tasrif, isim jamid juga terbagi menjadi dua bagian,yaitu :
1.isim dzat
2.isim jenis
Sedangkan isim musytaq adalah isim yang dapat di tasrif.adapun isim musytaq terbagi atas 7 (tujuh) bagian :
1.isim maf’ul
2.isim fa’il
3.sifat al-musyabah isim fa’il
4.Isim tafdil
5.isim zaman
6.isim makan
7.isim alat.
Oleh sebab pemakalah akan membahas materi tersebut, tentang isim jamid dan isim musytaq.
2.Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah tersebut,pemakalah akan merumuskan masalah sebagai berikut :
1.apa pengertian isim jamid dan isim musytaq ?
2.apa saja pembagian isim jamid
3.apa saja pembagian isim musytaq
3.Tujuan Pembahasan.
Adapun tujuan pembahasan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.Untuk mengetahui pengertian isim jamid dan isim musytaq.
2.Untuk mengetahui pembagian isim jamid
3.Untuk mengetahui pembagian isim musytaq













بسم الله الرحمن الرحيم
1.pengertian sim jamid dan isim musytaq.
فالإسم الجامد ما لا يكون مأخوذا من الفعل.
Isim jamid adalah isim yang tidak dapat di ambil dari fi’il halnya tidak dapat di tasrif.
الإسم الجامد هو ما لم يؤخذ من غيره
Isim jamid adalah isim yangtidak dapat di ambil dari selainnya.
Sedangkan pengertian isim musytaq adalah :
والاسم المشتق ما كان مأخوذا من الفعل
Isim musytaq adalah isim yang dapat di ambil dari fi’il,hal nya dapat di tasrif.
الإسم المشتق ما أخذ من غيره ود لّ على شىء موصوف بصفة
Isim musytaq adalah isim yang di ambil dari kalimat lain dan mengandung suatu sifat.
2.pembagian isim jamid dan isim musytaq.
Isim jamid terbagi atas 2 (dua) bagian yaitu:
1.isim dzat atau isim jinis .
2.isim ma’na atau isim masdar.

Pengertian isim dzat yaitu :
الإسم الذات هو ما لا يؤخذ من لفظه فعل بمعناه

Isim dzat adalah isim yang tidak dapat di ambil dari lafadznya dengan ma’nanya.
Contoh : رجل,,صحرة ,ملائكة
Sedangkan isim ma’na adalah
المصدر ( أو إسم المعنى ) هو ما د ل على معنى مجرد من الزمان
Isim ma’na adalah isim yang menunujukkanatas ma’na yang sepi dari pertambahan dari waktu.5 atau isim yang menunjukkan arti sesuatu yang tidak fisik.
Contoh إكراما- اجتماع - -عدل-
isim musytaq terbagi atas 7 bagian :
1.isim fa’il dan shigot mubhalaghah, adalah isim yang di rofa’kan yang di sebutkan isimnya setelah fi’il. contoh ضارب
sighat mubhalaghah, yaitu isim yang menunjukkan arti isim fa’il yang mengandung arti penguatan atau menyangatkan (sangat).Wazan-wazan sighat mubalaghah antara lain
 فَعَّالٌ contoh عَلاَّمٌ artinya sangat panda

 فَعُوْلٌ contoh صَبُوْرٌ artinya sangat sabar
 فَعِيْل contoh سَمِيْعٌ artinya sangat mendengar
 فَعُوْلٌ contoh غفور artinya sangat mengampuni
2.isim maf’ul,adalah isim yang menunjukan arti suatu yang di kerjakan atau orang yang di kenai pekerjaan. contoh : مفتوح
3.sifat musyabahat, adalah isim musytaq yang menunjukkan tentang sifat yang selalu melekat pada yang di sifati.contoh: شجاع
4.isim tafdil isim yang terbentuk dari wazan yang memiliki arti lebih dari yang lain contoh:أكرم
5.isim zaman,adalah isim musytaq yang menunjukkan arti waktu terjadinya pekerjaan. contoh: منصر
6.isim makan,adalah isim musytaq yang menunjukkan arti tempat terjadinya sesuatu. contoh: محسب
7.isim alat,isim yang menunjukkan kata benda. contoh: مفتاح




Kesimpulan
Dari keterangan diatas, dapat kami simpulkan sebagai berikut:
Isim jamid dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Isim jamid dzat
2. Isim jamid ma’na (mashdar ghiru mim)
Isim musytaq ada tujuh, yaitu:
1. Isim fa’il
2. Isim maf’ul
3. Shighot mubalagh
4. Sifat musyabihat
5. Isim tafdhil
6. Isim zaman dan Isim makan
7. Isim ‘alat

Penutup
Demikianlah yang dapat kami sajikan. Kami menyadari bahwa makalah kami jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita. Amiin














DAFTAR PUSTAKA
Al-fakhrowi,syarah mukhtasar jiddan.Indonesia.T.th,cet.ke-1
Al-ghilayaini,syeh musthasfa.jami’ ad-durus al-arabiyyah.Bayrut: Al-Asriyyah.1974,cet.ke-2
Nikmah,Fu’ad.Qawaid as-sarf. Bayrut: Dar Al-Tsaqafah Al-islamiyah. T.th, cet.ke-1.


budaya kekerasaan

BUDAYA KEKERASAN
1.Definisi
Kekerasan (violence, bahasa Inggris) berasal dari kata latin violentus , berasal dari kata vi atau vis yang berarti kekuasaan atau berkuasa. Kekerasan merupakan cerminan dari tindakan agresi atau penyerangan kepada kebebasan atau martabat seseorang oleh perorangan atau sekelompok orang. Kekerasan dapat juga diartikan sebagai tindakan yang sewenang-wenang dan menyalahgunakan kewenangan secara tidak absah.
Kekerasan adalah tingkah laku agresif yang dipelajari secara langsung, yang sadar atau tidak sadar telah hadir dalam pola relasi sosial seperti keluarga sebagai unit paling kecil hingga kelompok-kelompok sosial yang lebih kompleks. Kekerasan terjadi dalam berbagai bidang kehidupan sosial, politik ekonomi dan budaya.
Bentuk kekerasan banyak ragamnya, meliputi kekerasan fisik, kekerasan verbal, kekerasan psikologis, kekerasan ekonomi, kekerasan simbolik dan penelantaran. Kekerasan dapat dilakukan oleh perseorangan maupun secara berkelompok, secara serampangan [dalam kondisi terdesak] atau teroganisir.
2.Kekerasan dan perilaku menyimpang
Kekerasan juga diidentikkan dengan perilaku menyimpang. Tuti Budirahayu (2004) dalam buku “Sosiologi” menjelaskan, perilaku menyimpang merupakan perilaku yang dianggap tidak sesuai dengan kebiasaan, tata aturan atau norma sosial yang berlaku (nonconform), tindakan anti sosial (melawan kebiasaan masyarakat atau kepentingan umum dan tindakan kriminal (pelanggaran aturan hukum, mengancam jiwa dan keselamatan orang lain).
Penentuan siapa yang bisa disebut memiliki perilaku menyimpang sangat relatif karena norma-norma yang mengatur perilaku juga bervariasi. Perilaku ini dapat dikenali dari reaksi orang lain (masyarakat) jika norma telah ditetapkan dan penyimpangan telah diidentifikasi.
Seseorang menjadi penyimpang karena proses interaksi dan intepretasi tentang kesempatan bertindak menyimpang, pengendalian diri yang lemah dan kontrol masyarakat yang longgar (permisif). Perilaku menyimpangan yang dilakukan kelompok disebut dengan subkultur menyimpang. Subkultur menyimpang memiliki norma, nilai, kepercayaan,kebiasaan atau gaya hidup yang berbeda dari kultur dominan. Subkultur misalnya, komunitas biker, rider, kelompok drugusers, kelompok homoseksual, kelompok punk, dan sebagainya.




3.Teori Yang Berkaitan Dengan Perilaku Menyimpang :
a. Teori Anomie
Pandangan ini dikemukakan oleh Robert Merton yang menyatakan, perilaku menyimpang terjadi akibat adanya berbagai ketegangan dalam struktur sosial sehingga ada individu-individu yang mengalami tekanan dan akhirnya menjadi penyimpang.
b. Teori Belajar ( Teori Sosialisasi)
Edwin H.Sutherland menyatakan teorinya asosiasi diferensial yaitu penyimpangan itu adalah konsekuensi dari kemahiran dan penguasaan atas suatu sikap atau tindakan yang dipelajari dari subkultur atau teman-teman sebaya yang menyimpang.
c.Teori Labeling (teori pemberian cap atau teori reaksi masyarakat)
Becker menyatakan teori bahwa penyimpangan merupakan suatu konsekuensi dari penerapan aturan-aturan dan sanksi oleh orang lain kepada seorang pelanggar. Misalnya Seseorang yang terlanjur dilabelkan atau dicap negatif sebagai pemabuk maka orang itu justru minum sebanyak-banyaknya untuk mengatasi penolakan masyarakat terhadap dirinya.
d. Teori Kontrol
Teori ini muncul karena adanya pandangan yang mengasumsikan bahwa setiap orang cenderung tidak patuh pada hukum atau untuk memiliki dorongan pelanggaran pada hukum. Hirshi menyatakan empat unsur pengikat sosial (sosial bond) yang berfungsi sebagai pengendali perilaku individu yaitu : attachment (kasih sayang), commitmen (tanggung jawab), involvement (keterlibatan), believe (kepercayaan, kepatuhan, kesetiaan).
e. Teori Konflik
Teori ini menyatakan bahwa kelompok elite dengan kekuasaannya menciptakan peraturan, khususnya hukum, untuk melindungi dan memenangkan kepentingan mereka. Persaingan kepentingan mengakibatkan terjadinya konflik antara kelompoks atu dan kelompok lainnya. (menurut : Quinney, Clinnard dan Meier).
4.Apakah kekerasan itu budaya..........?
Ya. Kekerasan itu budaya, jika dilihat dari pengertian budaya sebagai sebuah cara hidup menurut Raymond Williams (pemikir kajian budaya/cultural studies dari Inggris). Budaya menurut Kephart meliputi adat istiadat / kebiasaan, nilai-nilai, pemahaman yang sama yang menyatukan sebagai masyarakat.
Jelas, pada banyak sisi kehidupan kekerasan itu menjadi budaya. Tafsir terhadap kekerasan itu sangat subyektif, bersifat kultural dan tergantung pada keyakinan, pandangan, nilai atau norma yang diyakini kelompok-kelompok masyarakat.
Motivasi kekerasan ditujukan untuk : bertahan hidup (survival), memenuhi kebutuhan atas hasrat [libido] kekerasan, melanggengkan kekuasaan, mempertahankan diskriminasi dan stratifikasi sosial.
Sebagai cara hidup, budaya kekerasan itu: dipelajari, diadopsi, dibiakkan, dikonsumsi dipertunjukkan, didistribusikan atau bahkan dijadikan komoditas fetishme [pemuas birahi kekerasan, seperti penjualan alat-alat kekerasan seksual bagi para sadomasokis].
5.apakah budaya kekerasan itu..........?
Budaya Kekerasan terjadi, ketika kekerasan (violence), ketakutan (horror) dan teror berkonspirasi membentuk perilaku yang menyimpang dan menjadi praksis kehidupan masyarakat. Kekerasan dianggap hal yang biasa karena menjadi komsumsi pikiran dan termanifestasi dalam tindakan sehari-hari.
Media massa memberikan kontribusinya yang sangat besar dalam mendistribusi kekerasan. Rumah-rumah produksi berlomba-lomba menyajikan tayangan sinetron, reality show yang sarat dengan caci maki, intrik jahat, kisah yang menampilkan darah dan airmata, penindasan dan berbagai kekerasan lainnya.
6.Faktor Penyebab Tawuran
Baru-baru ini kita mulai dipanaskan kembali dengan budaya tawuran di antara para pelajar. Sampai-sampai terjadi korban jiwa. Dan sungguh sadis, tawuran kali ini bukan hanya dengan main tangan, tetapi lebih dari itu menggunakan senjata tajam.
Sebenarnya ada beberapa faktor yang kami amati sebagai penyebab tawuran, yaitu kami bagi menjadi faktor internal maupun eksternal.
a.Faktor Internal
 Kurangnya didikan agama
Faktor internal yang paling besar adalah kurangnya didikan agama. Jika pendidikan agama yang diberikan mulai dari rumah sudahlah bagus atau jadi perhatian, tentu anak akan memiliki akhlak yang mulia. Dengan akhlak mulia inilah yang dapat memperbaiki perilaku anak. Ketika ia sudah merasa bahwa Allah selalu mengamatinya setiap saat dan di mana pun itu, pasti ia mendapatkan petunjuk untuk berbuat baik dan bersikap lemah lembut. Inilah keutamaan pendidikan agama
 Pengaruh teman
Biasanya karena pengaruh teman, takut dibilang “cupu loe ga mau ikut tauran, punya nyali ga loe..??” atau “ini kan buat kebaikan sekolah kita, klo loe ga ikut mending ga usah jadi temen gue”. Kalau anak sudah memiliki agama yang bagus ditambah ia tahu bagaimana pergaulan yang buruk mesti dijauhi, ditambah dengan ia tidak mau perhatikan ucapan kawannya atau kakak angkatannya “cupu” atau “culun”. Tentu ia tidak mau terlibat dalam tawuran

b.Faktor Eksternal
Selain faktor internal faktor eksternal secara tidak langsung mendorong para pelajar pelajar untuk melakukan aksi tawuran. Di antara faktor tersebut:
• Kurangnya perhatian orang tua.
Saat ini pendidikan anak sudah diserahkan penuh pada sekolah. Orang tua (ayah dan ibu) hanya sibuk untuk cari nafkah mulai selepas fajar hingga matahari tenggelam. Sehingga kesempatan bertemu dan memperhatikan anak amat sedikit. Jadinya, tempat curhat dan cari perhatian si anak adalah pada teman-temannya. Kalau yang didapat lingkungan yang jelek, akibatnya ia pun akan ikut rusak dan brutal. Beda halnya jika ibunya berdiam di rumah. Tentu dia akan lebih memperhatikan si anak.
• Faktor ekonomi
Ekonomi, biasanya para pelaku tawuran adalah golongan pelajar menengah kebawah ini disebabkan faktor ekonomi mereka yang pas-pasan bahkan cenderung kurang membuat membuat mereka melampiaskan segala ketidakberdayaannya lewat aksi perkelahian tersebut, karena diantara mereka merasa dianggap rendah ekonominya dan akhirnya ikut tawuran agar dapat dianggap jagoan.




























BAB III
a. Kesimpulan
budaya kekerasan
Kekerasan (violence, bahasa Inggris) berasal dari kata latin violentus , berasal dari kata vi atau vis yang berarti kekuasaan atau berkuasaKekerasan adalah tingkah laku agresif yang dipelajari secara langsung, yang sadar atau tidak sadar telah hadir dalam pola relasi sosial seperti keluarga sebagai unit paling kecil hingga kelompok-kelompok sosial yang lebih kompleks. Kekerasan terjadi dalam berbagai bidang kehidupan sosial, politik ekonomi dan budaya.
Kekerasan dan perilaku menyimpang
 Teori yang berkaitan dengan perilaku menyimpang
o Teori Anomie
o Teori Sosialisas
o Teori Labeling
o Teori Kontrol
o Teori Konflik
Faktor Penyebab Tawuran
a.Faktor Internal
 Kurangnya didikan agama
 Pengaruh teman
b.Faktor Eksternal
 Kurangnya perhatian orang tua.
 Faktor ekonomi








Daftar Pustaka
Adlin, Alfatri. 2006.Spiritualitas dan Realita Kebudayaan Kontemporer. Yogyakarta: Jalasutra
Black, Donald.1976. The Behavior of Law. London : Academic Press
Budirahayu, Tuti.2004. Perilaku Menyimpang. Jakarta: Prenada Media
Chaney, David.1996. Lifestyles. Yogyakarta: Jalasutra
Salam, Burhanuddin.1997. Etika Sosial—Asas Moral Dalam Kehidupan Manusia.Jakarta: Rineka Cipta
www.remajaislam.com



macam-macam majaz


Majas terdiri atas:
1). Majas Perbandingan;
2). Majas Pertentangan;
3). Majas Sindiran;
4). Majas Penegasan.

A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Ditinjau dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan dibagi menjadi:

1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
c) Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama

2) Metafora
Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.
Me•ta•fo•ra /métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara
Contoh:
a) Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
b) Raja siang keluar dari ufuk timur
c) Jonathan adalah bintang kelas dunia.
d) Harta karunku (sangat berharga)
e) Dia dianggap anak emas majikannya.
f) Perpustakaan adalah gudang ilmu.

3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
a) Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
b) Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
c) Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.

4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori: majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a) Ia terkenal sebagai buaya darat.
b) Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
c) Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
d) Melati, lambang kesucian
e) Teratai, lambang pengabdian

6) Metonimia
Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh:
a) Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
b) Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
c) Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)

7) Sinekdok
Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

8. Simile:
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".
Contoh:
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

B. Majas Pertentangan
Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Jenis-jenis Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.

2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

3) Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

4) Litotes
Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?

C. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi menjadi:

1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.

2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.

3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

D. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban

4) Tautologi
Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan kata bersinonim.
Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut dan makin lama makin meningkat.
Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.

6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.

7) Retorik
Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban. Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d. Majas Pertentangan


macam-macam makna

أنواع المعنى
بعض الناس قد يظن أنه يكفى لبيان معنى الكلمة الرجوع إلى المعجم ومعرفة المعنى ألمعانى المدونة فيه. وإذا كان هذا كافيا بالنسبة لبعض الكلمات, فهو غير كاف بالنسبة لكثيرغيرها. ومن أجل هذا فرق علماء الدلالة بين أنواع من المعنى لابد من ملاحظتها قبل التحديد النهائي لمعاني الكلمات. ورغم اختلاف العلماء في حصر أنواع المعنى فإننا نرى أن الأنواع الخمسة الآتية هي أهمها :
اــ المعنى الأساسي أو الأولى أو المركزي ويسمى أحيانا المنى التصوري أو المفهومي conceptual meaning , أو الإدراكي cognitive. وهذا المعنى هو العامل الرئيسي للاتصال اللغوي، والممثل الحقيقي للوظيفة الأساسية للغة، وهي التفاهم ونقل الأفكار، ومن الشرط لاعتبار متكلمين بلغة معينة أن يكونوا متقاسمين للمعنى الأساسي . ويملك هذا النوع من المعنى تنظيما مركبا راقيا من نوع يمكن مقارنته بالتنظيمات المشابهة على المستويات الفونولوجية والنحوية.
وقد عرف Nida هذا النوع من المعنى بأنه المعنى المتصل بالوحدة المعجمية حينما ترد في أقل سياق أي حينما ترد منفردة.
۲ــ المعنى الاضافي أو العرضي أو الثانوي أو التضمني. وهوالمعنى الذي يملكه اللفظ عن طريق مايشير إليه إلى جانب معناه التصوري الخالص.
وهذا النوع من المعنى زائد على المعنى الأساسي وليس له صفة الثبوت والشمول، وإنما يتغير بتغير الثقافة أو الزمن أو الخبرة.
فإذا كانت كلمة ((امرأة)) يتحدد معناها الأساسي بثلاثة ملا مح هي (+إنسان- ذكر+ بالغ) فهذه الملامح الثلاثة تقدم المعيار للاســتعمال الصحيح للكلمة. ولكن هناك معاني إضافية كثيرة، وهي صفات غير معيارية، وقابلة للتغيير من زمن إلى زمن، ومن مجتمع إلى مجتمع. هذه المعاني الإضافية تعكس بعض الخصائص العضوية النفسية والاجتماعية، كما تعكس بعض الصفات التي ترتبط في أذهان الناس بالمرأة (كالثرثـرة وإجادة الطـبخ وليس نوع معين من الملابس)، أو التي ترتبط في أذهان جماعة معينة تبعا لوجهة نظرهم الفردية أو الجماعية، أو لوجهة نظر المجتمع ككل (استخدام البكاء – عاطفية – غير مطفية غير مستقرة).
۳ــــ المعنى الأسلوبي، وهو ذلك النوع من المعنى الذي تحمله قطعة من اللغة بالنسبة للظروف الاجتماعية لمستعملها والمنطقة الجغرافية التي ينتمي إليها. كما أنه يكشف عن مستويات أخرى مثل التخصص ودرجة العلاقة بين المتكلم والسامع ورتبة اللغة المستخدمة (أدبية - رسمية – عامية – مبتذلة .. ) ونوع اللغة (لغة الشعر- لغة النثر – لغة القانون - لغة العلم – لغة الإعلان..) والواسطة (حديث – خطبة – كتابة ...).
فكلمتان مثل father و deddy تتفقان في المعنى الأساسي ولكن الثانية يقتصر استعمالها على المستوى الشخص الحميم. و كلمات مثل sack و bag و poke تملك نفس المعنى الأساسي ولكنها تعكس اختلافا في بيئة المتكلم.
و مثل هذا يمكن أن يقال عن الكلمات التي تدل على معنى الأبوة وتعكس الطبقة التي ينتمي إليها المتكلم مثل :
داد : في لغة الأرستقراطيين و المتفرنجين
الوالد – والدي : ادبي فصيح
بابا – بابي : عامي راق
أبويا – آبا : عامي مبتذل .
و مثل هذا يمكن أن يقال عن الكلمات التي تطلق على الزوجة في العربية الحديثة (عقيلته – حرمه – زوجته – امرأته – مرته ..).
ونادرا ماتجد كلمتين تنطابقان في معناهما الأساسي تتطابقان كذلك في المعنى الأسلوبي مما حدا ببعض اللغويين إلى أن يقول ((إن الترادف الحقيقي غير موجود)).
۴ــــــ المعنى النفسي، وهو يشير إلى ما يتضمنة اللفظ من دلالات عند الفرد . فهو بدلك معنى فردي ذاتي . وبالتالي يعتبر معنى مقيدا بالنسبة لمتحدث واحد فقط ، ولايتميز بالعمومية ، ولا التداول بين الأفراد جميعا .
ويظهر هذا المعنى بوضوح في الأحاديث العادية للأفراد ، وفي كتابات الأدباء وأشعار الشعراء حيث تنعكس المعاني الذاتية النفسية بصورة واضحة قوية تجاه الألفاظ و المفاهيم المتباينة .
۵ـــــ المعنى الإيحائي ، وهو ذلك النوع من المعنى الذي ش يتعلق بكلمات ذات مقدرة خاصة على الإيحاء نظرا لشفافيتها ، وقد حصر أولمان تأثيرات هذا النوع من المعنى في ثلاثة هي :
أــ التأثير الصوتي ، وهو نوعان : تأثير مباشر ، وذلك إذا كانت الكلمة تدل على بعض الأصوات أو الضجيج الذي يحاكيه التركيب الصوتي للاسم . ويسمى هذا النوع primary onomatopoeia . ويمكن التمثيل له بالكلمات العربية : صليل (السيوف) – مواء (القطة) – حرير (الماء) ، والكلمات الإنجليزية crack و hiss و zoom. والنوع الثاني : تأثير غير المباشر ويسمى secondary onomatopoeia مثل القيمة الرمزية للكسرة (ويقابلها في الإنجليزية) التي ترتبط في أذهان الناس بالصغر أو الأشياء الصغيرة.
ب ــ التأثير الصرفي , ويتعلق بالكلمات المركبة مثل handful و redecorate و plate-hot ، والكلمات المنحوتة كالكلمة العربية صهصلق ( من صهل و صلق ) وبحتر للقصير ( من بتر وحتر ) .
حـ ــ التأثير الدلالي ، و يتعلق بالكلمات المجازية أو المؤسسة على المجاز أو أي صورة كلامية معبرة .
و يدخل في هذا النوع من المعنى ما سماه Leech بالمعنى المنعكس reflected meaning ، و هو المعنى الذي يثور في حالات تعدد المعني الأساسي ، فغالبا ما يترك المعنى الأكثر شيوعا أو الأكثر إلفا أثره الإيحائي على المعنى الآخر .
ويتضح المنى الانعكاسي بصورة أكبر في الكلمات ذات المعاني المكروهة أو المحظورة taboo مثل الكلمات المرتبطة بالجنس ، و موضع قضاء الحاجة ، و الموت ... لقد أصبح من الصعب في الإنجليزية أن تستعمل كلمة intercourse مثلا دون أن تثير ارتباطاتها الجنسية . و لم يعد الإنجليزي يجرؤ على استخـدام الاسم undertaker ( رغم عدم تحرجه من استعمال الفعل undertake ) لشيوعه في وظيفة دفن الموتى . ومثل هذا يقال عن كلمات (( حانوتي )) و (( كنيف )) و (( لباس )) العربية التي هجرت في معناها الأقدم للإيحاءات التي صار يحملها معناها الأحدث .
و في أمثال هذه الحالات ينبغي استعمال (( التلطف في التعبير )) الذي هو عمليا الإشارة إلى شيء مكروه أو معنى غير مستحب بطريقة تجعله أكثر قبولا و استساغة .
ويعترف Leech أخيرا بأن مشكلة رسم الحدود بين الأنواع السابقة و غيرها صادفنا كثيرا , و لهذا قد يختلف المحللون اللغويون في تسمية المعنى أو المعاني التي يستخلصونها من الكلمة المعينة أو العبارة المعينة .


alat artikulasi


i. Paru-paru ( lungs ).
ii. Batang tenggorok ( trachea ).
iii. Pangkal tenggorok ( larynkx ).
iv. Pita-pita suara ( vocal cord ).
v. Krikoid ( cricoid ).
vi. Tiroid ( throid ) atau halekum.
vii. Aritenoid ( arythenoids ).
viii. Dinding rongga kerongkong ( wall of pharynx ).
ix. Epiglotis ( epiglottis ).
x. Akar lidah ( root of the tongue ).
xi. Akar lidah, lidah belakang, pangkal lidah ( hump, back of tongue, dorsum ).
xii. Tengah lidah ( middle of the tongue, medium ).
xiii. Daun lidah ( blade of the tongue, lamina ).
xiv. Hujung lidah ( tip of the tongue, apex ).
xv. Anak tekak ( uvula ).
xvi. Langit-langit lembut ( soft palate, velum ).
xvii. Langit-langit keras ( hard palate, palatum ).
xviii. Gusi dalam, gusi belakang, ceruk gigi, lengkung kaki gigi alveola, ( alveolum ).
xix. Gigi atas ( upper teeth, deria ).
xx. Gigi bawah ( lower teeth, denta ).
xxi. Bibir atas ( upper lip, labia ).
xxii. Bibir bawah ( lower lip, labia ).
xxiii. Mulut ( mouth ).
xxiv. Rongga mulut ( oral cavity, mouth cavity ).
xxv. Rongga hidung ( nose cavity, nasal cavity ).






1 Bibir atas 11 Tengah lidah
2 Bibir bawah 12 Belakang lidah
3 Gigi atas 13 Akar lidah
4 Gigi bawah 14 Epiglottis
5 Gusi 15 Pita suara
6 Lelangit keras 16 Rongga tekak
7 Lelangit lembut 17 Rongga hidung
8 Anak tekak 18 Rongga mulut
9 Hujung lidah 19 Rahang
10 Hadapan lidah 20 tenggorok

filsafat bahasa

Judul : Tugas Resume
Nama : Dede
Kelas : 5 C
NIM : 1112021000092

Definisi filsafat:
Kata filosofi berasal dari perkataan yunani: philos (suka, cinta) dan shopia (kebijaksanaan). Jadi, kata itu berarti cinta terhadap kebijaksanaan (wisdom). Sikap bijaksana dalam pengambilan keputusan dalam upaya melakoni kehidupan, dari dulu hingg sekarang tetap diperlukan.
Selain definisi KBBI tadi, berikut ini diturunkan lima definisi Filsafat sebagaimana yang dihimpun oleh Titus, dkk. Kelima definisi ini menunjukan ragam pemahaman manusia dan penggunaan terhadap kata filsafat .
1. Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak keritis.
2. Filsafat adalah suatu proses keritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita jungjung tinggi.
3. Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaraan keseluruhan.
4. Filsafat adalah sebagian analisa logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep
5. Filsafat adalah sekumpulan problema-problema yang langsung mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh oleh ah;i-ahli filsafat.


Defenisi Bahasa:
 Bahasa adalah ungkapan yang berupa sistem lambang bunyi yaang disepakati dalam lingkungan bahasa yang satu.
 Bahasa menurut Ibn Jinni adalah bunyi yang diungkapkan oleh setiap golongan untuk tujuan tertentu
 Bahasa adalah alat manusia untuk berkomunikasi berupa sistem lambang yang disepakati.
Dari definisi tersebut kita bias simpulkan.
 Bahasa adalah ciri yang dimiliki manusia
 Bahasa adalah sitem perlambang (bunyi, tulisan atau isyarat)
 bahsa adalah alat komunikasi
 bahasa itu selalu mengandung makna
 Bahasa merupakan kesepakatan (masyarakat)dalam lingkungan bahasa yang sama
Filsafat Bahasa
Filsafat adalah peroses berfikir secara radikal ihwal suatu realitas, bagaimana kita berfikir ? berfikir adalah berbahasa juga, apa yang kita pikirkan? Realitas. Apa realitas ? realitas adalah sesuatu yang disimbolkan lewat bahasa, bahasa tidak sekedar urutan bunyi yang dapat dicerna secara empiris tetapi juga kaya dengan makna yang sifatnya non-empiris. Dengan demikian bahasa adalah sarana vital untuk berfilsafat, yakni alat untuk mengejewantahkan pikiran tentang fakta dan realitas yang direfresentasikan lewat symbol bunyi. Tanpa bahasa para filsuf tidak akan pernah berfilsafat.
Filsafat bahasa dapat dikelompokan kedalam dua kategori besar, yakni: pertama, perhatian filsuf terhadap bahasa dalam berbagai objek filsafat, artinya objek material filsafat bahasa adalah bahasa itu sendiri, sedangkan objek formalnya adalah sudut pandang falsafi terhadap bahasa itu, seperti disebut diatas, tanpa alat bantu bahasa mereka tidak mungkin dapat menganalisis objek-objek, kebenaran dan keadilan. Kedua adalah perhatian terhadap bahasa sebagai objek materi dari kajian objek filsafat seperti halnya filsafat hukum, seni, manusia, agama dan sejenisnya. Filsafat bahasa atau filsafat bentuk-bentuk simbolis berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti hakikat dan fungsi bahasa, hubungan bahasa dan realitas, jenis-jenis system symbol dan dasar-dasar untuk mengevaluasi system bahasa
Ruang lingkup kajian filsafat bahasa.
Bisa kita pahami dari uraian diatas bahwasanya Batasan filsafat bahasa adalah mengenai asal-usul, penggunaan bahasa. Sebagai topik, filsafat bahasa bagi para filsuf analitik berkaitan dengan empat masalah utama sifat makna, penggunaan bahasa, kognisi bahasa, dan hubungan antara bahasa dan realitas. Wittgenstein bersama Russell mengajukan tema filsafat berikut ini : permainan bahasa, teori gambaran, proposisi dalam struktur logika bahasa dan kekeliruan kategori.






pengantar metode penelitian

B. Definisi Metode
Metode berasal dari kata methodos, bahasa Latin. Sedangkan methodos itu berasal dari akar kata meta dan hodos. Meta berarti menuju, melalui, mengikuti, sesudahnya, sedangkan hodos berarti jalan, cara, arah. Dalam penertian yang lebih luas dianggap sebagai cara-cara, strategis untuk memahami realitas, langkah-langkah sistematis untuk memecahkan realitas sebab akibat berikutnya. Sebagai alat, sama dengan teori, metode berfungsi untuk menyederhanakan masalah, sehingga lebih mudah untuk dipecahkan dan dipahami.
Metode adalah suatu perosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu dengan langkah-langkah sistematis. Siswantoro dalam bukunya berpendapat metode berarti cara yang dipergunakan seorang peneliti didalam usaha memecahkan masalah yang diteliti. Oleh sebab penelitian merupakan kegiatan ilmiah, metode harus sistematis atau prosedur, sistematis artinya seorang peneliti harus bekerja secara teratur didalam upaya memecahkan masalah. Ia tidak bias bergerak dari satu aspek atau fase keaspek atau fase lain secara serampangan. Gerakan atau cara berpikir harus tetap terjalin antara aspek yang satu dengan aspek lain secara terpadu (solid). Kepaduan berfikir secara runtut adalah cermin cara kerja yang sistematis, sehingga penelitian terhindar dari cara kerja acak.
Peran metode sangat penting didalam penelitian sebagaimana diungkapkan oleh Hadari Nawawi: (1) Menghindari cara pemecahan masalah dan berfikir spekulatif. (2) Menghindari cara pemecahan atau cara bekerja yang bersifat terial and error. (3) Meningkatkan sifat objektifitas dalam menggali kebenaran pengetahuan.
C. Metodologi Penelitian
Pada dasarnya, semua metode penelitian mengikuti prosedur yang lazim, semuanya dirumuskan dengan baik . Itu merupakan prosedur pemecahan masalah dijelaskan dengan menyebutkan metode-metode ynag dipakai dan tata kerja yang akan ditempuh oleh peneliti. Kekeliruan dalam menentukan metode, berakibat pada terganggunya validitas peneliti, sehingga kebenaran hasil penelitian tidak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah. Untuk kebutuhan peneliti sastra dan pada umumnya metode pengumpulan data lebih bersifat kulitatif. Yakni data dikumpulkan melalui penelusuran literatur atau dokumen yang relevan atau melalui wawancara mendalam kepada para pakar atau ahli atau kepada narasumber lain yang relevan. Data yang dikupulkan berfungsi untuk menopang beberapa asumsi teoritis yang dirumuskan diawal. Namun berbeda dengan metode penelitian kuantitatif, data yang berhasil dikumpulkan dianalisis untuk memperoleh kedalaman dan penjelasan lebih jauh terhadap pertanyaan penelitian. Sedangkan dalam penelitian kuantitatif data yang diperoleh berfungsi untuk membuktikan hipotesis dan analisis data dilakukan untuk melihat kecendrungan umum dan hubungan antara variable-vareabel penelitian.
Pada bagian metode penelitian dijelaskan cara penelitian itu akan dilakukan, yang didalamnya mencakup bahan atau materi penelitian, alat, jalan penelitian, variabel dan data yang hendak disediakan dan analisis data.
Bahan atau materi penelitian dapat berupa uraian tentang populasi dan sampel penelitian, serta informan, ketiga ini harus dijelaskan secara sepesifik, termasuk menyebutkan dengan jelas sifat dan kategori populasi, sampel, dan responden penelitian, sempel penelitian dapat berupa lokasi atau daerah pemukiman pemakaian bahasa tertentu, misalnya untuk meneliti dialektologi.
Alat, dimaksudkan disini adalah alat penjaringan data, seperti instrument penelitian yang berupa daftar pertanyaan. Tentang instrumen penelitian ini harus dijelaskan secara jelas, misalnya mengapa memilih dua ratus kosa kata dasar untuk penentuan kekerabatan bahasa dalam penelitian linguistik historis komparatif .
Jalan penelitian, maksudnya uraian yang terinci tentang cara melaksanakan penelitian. Termasuk dalam cakupan uraian dalam jalan peelitian ini adalah tahapan-tahapan yang akan dilakukan pertahunnya jika penelitian itu dilaksanakan dalam beberapa tahun. Namun, jika penelitian itu hanya dilangsungkan dalam waktu setahun, harus dijelaskan tahap awal sampai akhir yang akan dilalui dalam penelitian.
Untuk variabel yang hendak dipelajari serta data hendak dikumpulkan harus dijelaskan secara rinci baik yang mencakup jenis maupun kisarannya. Termasuk hal data ini, haruslah diterangkan tentang metode dan teknik yang digunakan dalam rangka menyediakan data bagi keperluan analisis. Adapun untuk analisis data harus mencakup tentang metode dan teknik yang akan digunakan. Pemilihan penggunaan metode dan teknik tertentu dalam penyediaan dan analisis data hendaknya dijelaskan dasar logikanya sehingga bener-benar kebermanfaatan dan kebergunaan metode dan teknik itu sudah disadari oleh peniliti sedari awal.

D. Ruang Lingkup Metodologi
Ruang lingkup menetapkan batasan-batasan dari penelitian. Keterbatasaan adalah suatu fase atau aspek dari dari penyelidikan yang mungkin berpengaruh pada hasil setudi. Metodologi berkenaan dengan masalah tujuan penelitian, metode yang digunakan, tempat dan waktu penelitian, populasi dan sampel, variabel penelitian, instrument penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data. Istilah- istilah mungkin berubah dan dengan demikian berbeda diantara para ilmuwan, tetapi subtansi dan definisi permasalahan yang dibicarakan harus sama. Atas dasar kekhasan sifat karya sastra. Maka sejumlah metode yang harus dibicarakan dalam analisis karya sastra, diantaranya; metode intuntif, hermeneutika, formal. Setiap metode memiliki kedudukan dan kualitas yang sama. Pengunaannya tergantung dari tujuan yang akan dicapai. Yang berbeda adalah kualitas penelitian yang dihasilkan oleh masing-masing peneliti.

1. Metode yang digunakan
 Studi kasus
Kadang-kadang melibatkan kita dengan unit sosial yang terkecil seperti perkumpulan, keluarga, sekolah, atau kelompok remaja. Dalam mencari pemecahan masalah-masalh penting, kita akan membutuhkan unit tersebut.
 Survei
Ini mempunyai dua lingkup ; yaitu sensus dan survei sampel. Sensus adalah survei yang meliputi seluruh populasi yang diinginkan. Sedangkan sampel survei adalah dilakukan hanya pada sebagian kecil dari suatu populasi.

2. Pengumpulan data
Dalam kajian pemakaian bahasa ada beberapa cara pengumpulan data, antara lain dengan cara observasi, survei, dan wawancara.
 Observasi
Pengamatan dilakukan oleh peneliti dengan melihat dan menghayati perilaku berbahasa didalam suatu peristiwa tutur. Metode ini digunakan dengan alasan bahwa suatu perilaku berbahasa hanya dapat dipahami bener apabila disaksikan didalam situasi yang sebenarnya yang berada didalam konteks yang lengkap.
 Survei
Metode survei adalah metode penelitian untuk mengumpulkan dan menganalisis data melalui daftar pertanyaan atau kuesioner yang berstruktur dan terinci dengan tujuan memperoleh informasi dari sejumlah besar responden yang dianggap mewakili populasi tertentu. Misalnya untuk mengetahui profil pemakaian bahasa atau dialek dalam suatu masyarakat yang multietnis an multilingual.



 Wawancara
Sebagai instrumen dalam pengambilan data penelitian ilmu-ilmu sosial, termsuk penelitian sosiolinguistik, pemakaian bahasa, sebenarnya mirip dengan metode survei. Keduanya menggunakan sejumlah pertanyaan untuk menjaring informasi atau data dari responden.


3. Metode Hermeneutika (Metode Ta’wil)
Secara bahasa.hermeneutika berasal dari bahasa Yunani, hermeneia yang berarti berekspresi atau mengatakan, menerangkan, dan menerjemahkan yang ketiganya berkaitan erat dengan interpretasi. Hermeneutika adalah pembacaan ulang (retroaktif) terhadap suatu teks seperti karya sastra sesudah pembacaan heuristik (berdasarkan struktur bahasa atau makna tingkat pertama). Hermeneutika berarti proses penguraian yang bertolak dari isi dan makna yang tampak menuju makna yang tersembunyi. Dalam pembacaan hermeneutik, seorang pengkaji teks, termasuk di dalamnya teks sastra, harus berusaha memahami secara kreatif makna sastra yang ada di balik struktur. Dalam hal ini, hermeneutika mengacu pada makna (pesan) teks yang bersifat inner, transendental. dan latent (tersembunyi), tidak pada makna yang manifest (nyata). Tujuannya adalah untuk mendapatkan cakrawala yang dikehendaki sesungguhnya oleh teks, yang dalam teks sastra umumnya bersifat simbolik dan metaforik.
Dalam bahasa simbolik, terdapat makna lapis pertama (makna referensial atau denotatif) yang bisa ditangkap dengan pemahaman bersahaja dan makna konotatif yang tersembunyi di balik makna pertama yang lebih dalam. Caranya adalah dengan menggunakan penglihatan batin, mendayagunakan sepenuhnya akal kontemplatif serta imajinasi kreatif dengan memperhatikan teks dan konteksnya.

4. Metode Intuitif
Metode Intuitif adalah kemampuan dasar manusia untuk memahami unsur-unsur kebudayaan . manusia memahami kebudayaan jelas dengan pikiran dan perasaan, yaitu dengan intuisi, penafsiran, unsur-unsur, sebab akibat dan seterusnya. Sejajar dengan perkembangan ilmu pengetahuan maka setiap komponen diperbaharui sekaligus disesuaikan dengan objek yang dipahami.


5. Metode formal
Secara etimologis formal berasal dari kata forma (latin), berarti bentuk, wujud. Metode formal adalah analisis dengan dengan mempertimbangkan aspek-aspek formal, aspek-aspek bentuk, yaitu unsur-unsur karya sastra. Dalam metode formal dengan menggunakan teori strukturalisme, peneliti mengkaji aspek intrinsik karya sastra. Aspek atau unsur intrinsik dari prosa meliputi tema (fikrah), alur (habkah), latar (khalfiyah), tokoh (syakhsiyyah), dan gaya bahasa (uslub). Sedangkan unsur intrinsik dalam puisi terdiri dari tema, gaya bahasa (uslub), ritme atau irama (bahr atau wazan dalam puisi tradisional Arab), rima (qafiyah dalam puisi Arab tradisional), diksi (pilihan kata), dan enjambemen (sambung menyambungnya baris atau larik seperti qasidah yang barisnya dua sejajar atau ruba’iyyat yang barisnya empat tersusun ke bawah). Semua unsur tersebut memiliki interrelasi dan saling ketergantungan


luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com